Bulan Ramadhan; Upaya Penanaman Moral Sejak Dini

JATIMAKTUAL, ARTIKEL, - Bulan ramadhan adalah bulan yang penuh dengan berkah dan hikmah. Selain sebagai bulan yang sangat istimewa, bulan ramadhan memiliki banyak faedah serta berperan penting dalam dunia pendidikan.

Selama sebulan penuh, para umat muslim diperintahkan agar menunaikan ibadah puasa. Selain itu ada nilai-nilai moral yang secara tidak langsung terkandung di dalamnya. Bagaimana tidak, selama 24 jam kehidupan manusia terasa penuh dengan keberkahan.

Nilai-nilai yang terkandung dalam ibadah ini sangat banyak. Selain berpengaruh secara fisik, tentu juga berpengaruh secara psikologis. Hal ini dikuatkan dengan maraknya sebagian orang yang menggunakan puasa sebagai ajang untuk memperindah tubuh. Namun, secara psikologi tentu juga berdampak meski terlihat tak kasat mata.

Dalam literatur kajian islam khususnya dijelaskan bahwa dalam puasa merupakan pelajaran bagi umat manusia agar mengetahui rasanya lapar dan haus, yang hal tersebut sudah menjadi kebiasaan para kaum faqir dipinggir jalan. Disamping dari kajian agama, faedah tersebut juga bisa dipandang dari kacamata sosiologi pada pembahasan tenggang rasa.

Manakala seorang dapat merasakan apa yang dirasa oleh orang lain, tak mudah baginya untuk saling menindas. Puasa merupakan media bagi umat manusia untuk menjadi orang yang menjaga ukhuwah islamiyah (saudara se agama), ukhuwah basyariyah(saudara sesama manusia), ukhuwah wathaniyah (saudara sebangsa dan se tanah air).

Dengan keadaan yang sedikit lapar dan haus, membuat tubuh dan jiwa semakin stabil dan akan mampu engontrol evolusi keremajaan yang semakin kencang. Sehingga dengan hal tersebut manakala dimasuki dengan hal positif seperti pendidikan baik secara moral maupun secara spiritual akan semakin terasa hasilnya. Seperti yang dijelaskan dalam beberapa buku akhlak tashawwuf bahwa manakala perut terus-terusan penuh akan membuat hati mengeras, yang dengan hal itu, semua keadaan diri manusia tidak stabil, karena hati merupakan kunci dari semuanya.

Selain itu, dapat diakui bahwa lingkungan merupakan hal terpenting dalam kehidupan manusia, karena dalam kajian psikologi lingkungan mempunyai peran penting dalam membentuk diri dan karakter manusia. Tidak hanya dalam kajian psikologi modern, dalam ajaran islam pun sudah di jelaskan oleh rasul tentang peran sebuah lingkungan dalam membe ntuk diri manusia, seperti hadits setiap manusia lahir atas fithah islam hanya saja orang tuanya yang menjadikan ia yahudi maupun nashrani.

Pada saat bulan ramadhlan dapat kita ketahui bahwa di seluruh elmen masyarakat keadaan  menjadi sosial sakral yang tentunya memotivasi untuk melakukan ibadah dan amal shaleh. Lingkungan tersebut akan menjadi pendukung untuk penanaman moral dan moril, yang sangat pas ketika hal tersebut dikaitkan dengan psikologi, sosiologi dan agama.

Al-hasil, ramadhlam merupakan bulan sakral yang di dalamnya terdapat banyak pelajaran dan ampunan bagi manusia, dan merupakan bulan yang sangat potensial bagi segenap aspek kehidupan dan pendidikan. Dengan keadaan menahan lapar, haus, dan menahan nafsu menjadiakan sangat efektif untuk penanaman moral, dan sangat berpengaruh terhadap keadaan psikologi. 

Helyatul Misyarrafah. 
Mahasiswi Stain PBA semester 6

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment