Yunarto Mendikbud Rang Ngarang Lal Halal.

   
Djoko Edhi Abdurrahman
2 Mei pukul 15:18
 

Catatan saya, lembaga polling yang dipimpin Yunarto Wijaja, telah menerbitkan skor Ahdjrot hanya terpaut 2% dari Anies Sandi. Sedangkan hasil polling lembaga lainya, berkisar belasan persen.

Maka kesimpulan saya, Charta berdusta. Tak jadi masalah riset salah. Tapi berdusta, haramnya, haram harbi, haram besar. Ada tiga jargon soal itu, sbb:

1. Jika birokrat, boleh berdusta, tapi tak boleh salah.

2. Jika politisi, boleh salah, juga boleh berdusta.

3. Peneliti, boleh salah, tapi tak boleh berdusta.

Menurut saya, Yunarto melakukan jargon Nomor 2 untuk memerankan jargon Nomor 3 sekaligus untuk jargon Nomor 1. Jadinya, rabun ayam. Rabun etika. Rabun ilmu, dan Rabun logika. Itu menguras semua isi intelektual, dan menyisakan istilah Orang Jawa: telek!

Pada riset, termasuk teknik polling, tak ada kata "meleset". Sudah tercakup dalam error dan deviasinya. Makanya disebut penelitian.

Kecuali Anda memanipulasinya. Kalau dimanipulasi, sebenarnya terlalu mahal pakai polling pura-pura segala. Lebih cepat dan murah langsung bikin hasil presentasi final report. Tiga jam cukup dikerjakan dengan solo karir. Dikarang saja. Idiom Orang Madura lebih pas: Rang Ngarang.

Pada Rang Ngarang, tak ada keterlibatan moral, norma, etcetera. Yang ada, adalah modus dan mens rhea (niat jahat).

Karenanya, semua halal. Bahasa orang Madura lebih pas: Lal Halal. Maka nanti ketika Yunarto jadi Mendikbud, ada dua postulat: (1) Rang Ngarang, dan (2) Lal Halal.

Demikian komentar saya dari Madura (setelah ada jembatan Suramadu disebut Surabaya Utara), untuk ide Ziyad Falahi yang mau menjadikan Yunarto Wijaya menjadi Mendikbud (Djoko Edhi Abdurrahman).

RESHUFFLE, YUNARTO WIJAYA COCOK JADI MENDIKBUD

ZIYAD FALAHI

Siapa yang tidak kenal yunarto wijaya. Sosok muda, energik yang rela mati memenangkan ahok adalah sosok yang paling disorot akhir akhir ini. Apalagi Ketika semua lembaga survey mengunggulkan anies, charta politika tampil percaya diri dengan memenangkan ahok.

Kekalahan ahok oleh anies memang menyisakan duka mendalam bagi tim pemenanganya. Namun seiring dengan dibukanya kembali bursa reshuffle, kekalahan ini tidak perlu ditangisi terus menerus, apalagi menyalahkan kecerobohan yunarto.

Sudah menjadi rahasia umum, bahwa ahok memiliki kedekatan dengan jokowi. Jika reshuffle terjadi, hampir dipastikan ahok akan menjadi menteri dalam negeri. Dengan demikian, maka karir yunarto wijaya belum tamat dan berkesempatan untuk menjadi staf khusus mendagri.

Tidak hanya itu, Yunarto wijaya juga dirasa cocok untuk meraih jabatan menteri pendidikan dan kebudayaan. Sosok Yunarto yang jago matematika dan berhitung cepat layak untuk meneruskan perjuangan rivalnya, Anies Baswedan yang sempat menjadi mendikbud 2014-2016. Meskipun demikian, semua kembali pada presiden jokowi, maukah beliau menyelamatkan karir yunarto yang sedang diujung tanduk?

Selamat merayakan hari pendidikan nasional.

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment