Wafatnya Demokrasi

Oleh: Kholili
Surabaya. 08_04_17. Jam 17:22

Mantan presiden Amerika berpendapat bahwa demokrasi adalah pemerintah dari, oleh, dan untuk rakyat.

Sedangkan menurut Koentjoro Poerbopranoto bahwa demokrasi adalah sebuah sistem dimana rakyat ikut berpartisipasi secara aktif dalam pemerintahan negara.

Tapi melihat kondisi pemerintah saat ini tidak lagi mengimplementasikan mekanisme atau dasar demokrasi dalam bingkai bermusyawaratan tapi lebih pada status quonya dalam mengambil langkah dan keputusan membubarkan HTI, bagaimana negara ini akan dikatakan demokrasi ketika mengambil kebijakan tanpa melibatkan orang atau ormas yang bersankutan.

Demokrasi kebablasan mungkin kalimat ini yang cocok atau fleksibel bagi pemerintah yang sok ideal dalam berdemokrasi, berpancasila dan berkeadilan tanpa dasar pengentahuan normatif dalam berdemokrasi saya sangat menyayangkan tindakan pemerintah saat ini yang sok ideal, namun kenyataannya hanya seujung telenjuk muanis tanpa adanya dasar konsensus kepada pihak yang bersangkutan.

Demokrasi berdiri di negara ini bukan diruang hampa, tegaknya demokrasi sebagai pilar negara karena keterlibatan rakyat dalam menyungsung keharmonisan tapi apabila langkah dan tindakan yang sewena-wena dilakukan oleh pemerintah maka saya katakan bahw sistem demokrasi di negarai ini "sudah mati" sebab sikap pemerintah yang sok-soan paham demokrasi.

Ingat, secara epistem demokrasi adalah kebebasan berekspresi sehingga semua rakyat indonesia punya hak dalam menyampaikan ide-idenya dinegara ini tanpa batasan. apabila benar HTI sudah memecah belah umat maka harus dibuktikan secara faktual dan empiris bukan hanya spekulasi saja. saya sering kali mengikuti kajian HTI tdak pernah kader atau raisnya HTI mengatakan bahwa "kami anti pancasila", orang yang mengatakan HTI anti pancasila itu hanya orang-orang yang tidak perna berdiskusi atau berdialog dengan HTI, mohon maaf bapak wiranto penyataan anda dibawah ini hanya spekulasi saja.

1. Sebagai ormas berbadan hukum, HTI tidak melaksanakan peran positif untuk mengambil bagian dalam proses pembangunan guna mencapai tujuan nasional.

2. Kegiatan yang dilaksanakan HTI terindikasi kuat telah bertentangan dengan tujuan, azas, dan ciri yang berdasarkan Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945 sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Ormas.

3. Aktifitas yang dilakukan nyata-nyata telah menimbulkan benturan di masyarakat yang dapat mengancam keamanan dan ketertiban masyarakat, serta membahayakan keutuhan NKRI.

4. Mencermati berbagai pertimbangan diatas, serta menyerap aspirasi masyarakat, Pemerintah perlu mengambil langkah–langkah hukum secara tegas untuk membubarkan HTI.

5. Keputusan ini diambil bukan berarti Pemerintah anti terhadap ormas Islam, namun semata-mata dalam rangka merawat dan menjaga keutuhan NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945.

Kalau bapak mengatakan bahwa HTI tidak punya peran aktif dalam membangun Negara maka statemen bapak hanya asumsi saja,  tanpa dasar. adanya HTI di negara ini bagi saya sangat berguna pak. sebab HTI mengajarkan pemuda benar_benar untuk tidak berkhulwat dengan seorang laki_laki bukan muhrimnya dan  wajib bercadar bagi kaum perempuan ini suatu bentuk kepedulian HTI terhadap moralitas pemuda indonesi, contoh tersebut hanya bagian kecil yang saya ambil.

Orang yan mengatakan bahwa HTI pemecah belah umat itu hanya butiran debu, keberadaan HTI dinegara ini sellu memprioritaskan Ukhuwah islamiyah dan HTI juga tidak pernah alergy apalagi antipati kepada non muslim orang yang mau memperdalam maka kaji Kitab HTI bukan mengaji kitabnya orang NU dan muhamidiyah, apabila memakai dua analisa tersebut maka sampai kapanpun orang menilai HTI selalu buram atau tidak subyektif

Saya hidup dilingkungan HTI sama sekali tidak merasa resah apalagi terancam, sebab sikap hamoni merupakan yang diutamakan dalam konseptual sosial di HTI sehingga orang yang mengatas namakan terancam keamanan adanya HTI omong kosong bekaka bagi saya.

Selain saya besar di Pmii Ushuluddin Filsafat saya juga kader partisipan HTI dikampus uin sunan ampel surabaya, saya hanya pengakum dan tidak anti HTI sehingga sya sangat menyayangkan sikap pemerintah terhadap HTI yang tidak demokrasi.

Orang yang mengatakan HTI anti pancasila dan merongrong NKRI tentu wajib belajar karya HTI misalnya mafhum asasiyah fi hisbut tahrir, qononun hayatu fidaulah islamiya, daulah islamiyah dan alamwal fidaulah khilafah dan lain sebagainya.

Saya merupakan kader NU yang sangat setuju adanya HTI di negara ini, kalau memang NU dan muhamadiyah khawatir dan terancam adanya HTI maka saya sarankan untuk berlomba_lomba dalam merebut kursi aparlemen tanpa harus mengambil sikap pesimis dan antipati khususnya NU dan muhamadiyah, Dan muhamadiyah dan NU yang ada diaparlemen tentu tetap bertahankan kedudukannya dalam orientasi sebagai ormas tawasuth dan tawazun tanpa alergy HTI.

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment