TUHAN TAKKAN BIARKAN KAU MENANGIS -->
Cari Berita

TUHAN TAKKAN BIARKAN KAU MENANGIS

Wednesday, May 31, 2017

Oleh: Alvinatul Munawarah (Pendidikan Bahasa Arab STAIN Pamekasan)

JATIMAKTUAL,  ARTIKEL, - Manusia pada dasarnya adalah makhluk ciptaan Allah yang paling sempurna dibandingkan makhluk lainnya, namun tidaklah dapat dipungkiri bahwasanya manusia jugalah makhluk yang lemah, makhluk yang labil, dan mahkluk yang memiliki kekurangan dan kelebihan.

Ada dalam keterpurukan membuat manusia berfikir bahwa Tuhan sudah tak menyayanginya lagi, padahal secara garis besar Allah memberi cobaan untuk menaikkan derajat makhluk ciptaannya, tidak ada manusia yang sempurna, Allah hanya ingin melihat seberapa kuat makhluknya dalam menghadapinya.

Lihatlah mereka, ingatlah mereka yang lalu, Allah telah mencabut kenikmatan itu menjadi sebuah ujian terbesarnya, lihatlah nabi Ayyub itu raganya yang sudah hampir habis dimakan ulat dan iapun ditinggalkan oleh para kaumnya dan istrinya kecuali Sayyidah Rahmah yang setia menemani, hartanyapun habis tapi dia selalu bertawakkal kepada Allah, masih banyak mereka yang lemah dan lebih tersiksa dikehidupan ini .Allah memberimu nikmat yang luar biasa dalam hidup,
فبأي ءالاء ربكما تكذبان ) الرحمن :۱٣(
Artinya :maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan (Ar-Rahman :13).

Berusaha dan mencoba bangkit dari keterpurukan itu dan hadapilah dengan senyuman, karena semua itu adalah cara Allah. SWT dalam menyayangi kita. Dan Allah tidak ingin membuat kita cepat menyerah dan pasrah dengan keadaan. Dengan keadaan itu dapat membuat kita lebih tegar dan kuat dalam menghadapi ujian hidup, dan Allah. SWT ingin mengetahui dan melihat seberapa besar kesabaran dan ketabahan kita dalam menghadapi ujian itu.

Dan Allah tidak akan memberikan cobaan atau ujian melampaui batas kemampuan dan keteguhan makhluknya yang Allah ciptakan sedemikian rupa sempurnanya. Allah memberikan cobaan dan memberikan penyelesaiannya untuk melewati kiril-kerikil itu. Dan Allah sebagai pencipta tidak akan pernah membiarkan makhluk-Nya sendiri dalam menghadapi permasalahan yang di alami, Allah SWT hanya ingin melihat sampai batas mana kesabaran dan sejauh mana kekuatan kita dalam menghadapi cobaan itu Maka Allah SWT akan memberikannya pertolongan dan penyelesaian terhadap apa yang sedang dihadapinya. Sebagaimana firman Allah. SWT dalam QS. At-Thalaq :

ويرزقه من حيث لايحتسب ومن يتوكل على الله فهوحسبه إن الله بالغ امره قدجعل الله لكل شيئ قدرا
(الطلاق:۳)

Yang artinya: “ Dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah. SWT akan mencukupkan (keperluan) nya, Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang dikehendakinya. Sesungguhnya Allah. SWT telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu(At-Thalaq : 3)
Allah maha tahu apa yang akanterjadi, barangsiapa yang bertakwakepada Allah maka Allah akan mencukupkan segala kebutuhannya, percayalah ! karnaitujanji Allah kepada orang-orang yang bertakwa. Allah Maha Pengasih dan Penyayang pada setiap makhluk-Nya. Dan Allah telah menentukan kadarnya masing-masing akan setiap makhluk ciptaan-Nya, seperti halnya rezeki, maut, usia, dan lainnya telah Allah berikan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh-Nya.

Maka dari itu, kita sebagaimana manusia yang merupakan makhluk yang diciptakan sedemikian rupa sempurna, hendaklah lebih baik dan berusaha lagi untuk lebih mendekatkan diri pada-Nya, dan alangkah baik pula bagi kita agar tidak melupakan akan kekuasaan-Nya yang tidak ada satupun dzat yang menandinginya. Karena Allah-lah satu-satunya pencipta yang tidak ada tandingannya, akan setiap anugerah dan ke-Esaannya yang telah diciptakan-Nya untuk memenuhi kebutuhan makhluk-Nya.
Dan hendaklah kita sebagai makhluk bersyukur dan selalu memanjatkan do’a yang terbaik pada-Nya sebagai sang Pencipta, karena kalau bukan karena kemurahan dan anugerahnya, kita bukanlah apa-apa. Dan seharusnya kita mensyukuri akan setiap rezeki dan cobaan (ujian) yang kita miliki atau dapatkan dari-Nya, sebagaimana yang telah dibahas sebelumnya, kita sebagai makhluk manusia haruslah terus berdoa, usaha, ikhtiar, dan tawakal pada-Nya, dikarenakan Allah tidak akan pernah membiarkan ummat atau makhluk-Nya yang beriman mendapatkan ujian atau cobaan melebihi batas kemampuannya. Dan dikarenakan adanya ujian tersebut, maka dari itu Allah masih menyayangi kita sebagai makhluk ciptaan-Nya untuk lebih mendekatkan diri pada-Nya. Karena tidak ada satu dzat pun yang setara dan dapat menandingi ke-Esaan-Nya. Dan juga karena Allah-lah satu-satunya pencipta yang kekal sampai akhir zaman.