Tradisi “Rebba’an” bagi masyarakat Madura

JATIMAKTUAL,  ESAI, - Setiap daerah pasti memiliki ciri khas tersendiri. Hal ini menunjukkan ciri dari sebuah daerah itu sendiri, tidak terkecuali dengan daerah madura atau pulau madura. Pulau yang terdiri dari 4 kabupaten yaitu: Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep begitu banyak memiliki tradisi dan budaya. 

Masyarakat Madura yang terkenal dengan wataknya yang keras. Meskipun demikian, mereka terkenal dengan masyarakat yang ramah dan sopan serta memiliki sikap kekeluargaan yang erat.

Uniknya, dari masyarakat Madura. Masyarakat Madura yang terkenal dengan sikap kerasnya memiliki dan begitu banyak tradisi salah satunya tradisi “rebba’an”, tradisi ini dilakukan pada sebelum bulan puasa tepatnya pada bulan Sya’ban. Bulan sya’ban ini dimanfaatkan oleh masyarakat Madura untuk melaksanakan tradisi “Rebba’an”. “Rebba’an” dilakukan oleh salah satu masyarakat di sebuah kampung dan menghantarkan makanan atau disebut dengan “Ter-ater” tradisi ini mirip denngan acara maulid Nabi atau “Mulothen” tetapi masyarakat tidak perlu berkumpul untuk membaca sholawat. Namun orang yang melakukan “Rebba” ini menghantarkan makanan ke rumah-rumah tetangga satu kampung. Makanan yang dihantarkan bervariasi, mulai dari makanan tradisional seperti apem, cucur, dll. Hingga makanan modern seperti kue, tak lupa juga nasi dan ikan yang semuanya di letakkan dalam keranjang ukuran kecil, setelah semuanya disatukan dalam wadah kemudian siap dihantarkan kepada tetangga. 

Tradisi ini berlangsung hanya pada bulan sya’ban. Bagi sebagian besar masyarakat madura tradisi ini Sangat bermanfat untuk mempererat tali silaturrahmi antar warga dan antar tetangga, dan bisa meningkatkan rasa kekluargaan sesama tetangga. Tradisi diharapkan untuk terus dikembangkan oleh para pemuda madura untuk tetap melestarikan tradisi yang ada dan dapat mengambil pelajaran dari tradisi ini.

oleh. Muallifah. 

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment