Sepi: Sebuah Curhatan Abriel Alkautsar Lewat Karyanya.


Hanya suara MP3 
Dan suara jangkrik bersautan 
Sesekali dengkuran peronda terdengar sangar 

Hati
Mengapa hambar 
Lisan
Ada apa denganmu 
Mata
Dalam cerahnya malam
Mengapa kau buat hujan dengan airmata mu
Hanya jari jemari yang mampu meluapkan 
Rasa sakit yang tertinggal dalam jiwa 
Dalam penantian panjang 
Yang kau hancurkan
Setelah susah payah kau bangun 
Dalam do'a yang ku istiqomahkan 
Mengapa engkau malah lari

Saat pintu ini mulai kau buka 
Dan hati mulai menyapa 
Lantas kau senyum sesekali 
Dan akhirnya kamu pergi 

Bahkan 
Saat pintu hati masih terbuka lebar 
Kau hanya berhenti 
Tanpa kepastian 
Tanpa rasa kasian
Apa harus aku menunggu lagi 
Seseorang yang lain 
Atau bukan dirimu 
Separuh hati yang masih misteri 

Malam ini 
Hanya sepi 
Walaupun hati menggerutu 
Dan hidung yang tiba-tiba tersumbat 
Airmata mulai jatuh tak terkendali 

Tuhan.. 
Temani aku dalam sakitku 
Maafkan aku 
Yang sering terlupa
Saat aku terlalu bahagia 
Tamparan ini 
Menyadarkanku 
Sandaran hati yang sebenarnya 
Adalah Engkau semata 
Bukan makhluk-Mu 
Yang tak pasti 
Bukan pula diriku yang amat lemah ini 

Sepi 
Bukan karenanya 
Tapi karena hatiku 
Yang terkadang melupakan-Mu 

*Ponorogo, 02:59 WIB*
*Sabtu, 20 Mei 2017*

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment