Ramadhan Bulan Penuh Cinta -->
Cari Berita

Ramadhan Bulan Penuh Cinta

Saturday, May 27, 2017

Oleh: Kholili Pashter ; Ketua Umum Pengembangan Intelektual UIN Sunan Ampel Surabaya.

JATIMAKTUAL,- Orang yang bertaqwa kepada Allah harus pandai mengendalikan diri dari segala bentuk hawa nafsu, sebagai wujud keberhasilan dalam menjalankan ibadah puasa.

Orang yang bertaqwa kepada Allah maka ia harus berpedoman pada Al Qur’an dan Sunnah dengan wujud nyata dari tilawah dan tadarus Qur’an selama bulan Ramadhan.

Orang yang bertaqwa kepada Allah harus memiliki rasa empati (mampu merasakan penderitaan orang lain), sebagai tindak lanjut dari rasa lapar dan hausnya berpuasa dibulan Ramadhan.

Orang yang bertaqwa kepada Allah harus menjadi orang yang dermawan, sebagai kelanjutan dari kebiasaan beramal sodaqoh selama bulan Ramadahan. orang yang bertaqwa kepada Allah harus selalu menjaga kesucian dirinya dari segala macam kotoran kehidupan dunia, sebagai perwujudan dari kesucian diri kita dalam menjaga ibadah puasa Ramadhan.

Pengertian Puasa (shaum) secara etimologi atau yang dikenal dengan istilah luqhatan oleh kaum santri adalah menahan (imsaak). Shiyaam berasal dari kata ’shaama’ yang artinya ‘amsaka’ (menahan). Sedangkan Puasa (shaum) secara istilah adalah menahan diri dari sesuatu yang khusus (contohnya; menahan dari makanan, minuman dan berhubungan badan) dan dilakukan dengan disertai niat puasa. Jika seorang menahan diri dari berbicara, maka dia dikatakan orang yang berpuasa (sha’im). Karena, puasa secara bahasa adalah menahan diri. 

Bagi umat Islam, ramadhan merupakan memontum deretan catatan amal sholih baik secara fardiyah dan ijtimaiyah; fardiyah merupakan perbuatan yang fokus kepada pembinaan diri seperti tilawatil quran, i'tikaf dan puasa. Sedangkan ijtima'iyah merupakan perbuatan yang fokus kepada kondisi sosial misalnya menyediakan buka puasa bagi orang lain, bagi-bagi ta'jil pada orang yang tidak mampu dan memberi zakat sebagai sarana dari ketakwaan kita kepada Allah atas syukur nikmat kehidupan.

Ramadhan harus menjadi renungan bagi umat islam bahwa ramadhan tidak hanya sekedar menahan lapar dan haus, tapi ramadhan mendidik dan mengajarkan rasa empati kepada penderitaan orang lain. Umat Islam harus mempunyai sikap peduli, empati dan keperhatinan sebagai wujud amaliyah dalam menjalankan bulan puasa.

‎عن أبي هريرة قالَ: كَانَ رسولُ اللهِ صلي الله عليه وسلم يُبَشِّرُ أصْحَابَةُ يقولُ: "قَدْ جَاءَكُمْ شَهْرُ رَمَضانَ شَهْرٌ مُبَارَكٌ فَرَضَ اللهُ عليكم صِيَامَهُ، تُفَتَّحُ فيه أبوابُ الجَنَّةِ وَتغلَّقُ فيه أبوابُ النَّارِ، فيه لَيْلَةُ خَيْرٌ من ألفِ شَهْرٍ، مَن حُرِمَ خَيْرَها فقد حُرِمَ".‪ ‬وهذا لَفْظُ حماد بن زيد.‪ ‬أخرجه النسائيُّ

Dari Abu Hurairah berkata: Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Sallam bersabda: “Telah datang bulan Ramadhan, bulan penuh berkah, telah diwajibkan atas kalian berpuasa, dibukakan pintu-pintu Surga, ditutup pintu-pintu Neraka. Didalam bulan itu ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan, barangsiapa yang terhalang dari kebaikannya sungguh ia rugi.” (HR. Nasai, Lafadz Hammad bin Zaid)

Ramadhan di pilih sebagai bulan yang suci dan berkah oleh Allah, karena dibulan ramadhan terletak banyak keistimewaan yang Allah berikan kepada hambanya. Apabila kita kaji secara historis; kenapa ramadhan diletakan sebagai bulan yang suci?? Karena dibulan ini umat islam diwajibkan untuk berpuasa sedangkan pada bulan yang lain umat Islam tidak diwajibkan untuk berpuasa, Pada bulan ramadhan al-Qur'an diturunkan sebagai kitab petunjuk dan rujukan umat Islam bahkan tidak hanya kitab al-Qur'an yang diturunkan, kitab-kitab sebelumpun diturunkan pada bulan ramadhan. Dibulan ramadhan nabi Muhammad juga dilantik sebagai nabi dan utusan.

Dibulan ramadhan Allah memberikan hadiah yang istimewa hanya dengan waktu yang singkat ia akan mendapatkan kehidupan luar biasa, yangmana kehidupan itu hanya ada dibulan ramadhan yang kita kenal dengan malam lailatul qodar, umur manusia yang pendek karena keberkahan lailatul qodar ia akan mendapatkan gelar kebaikan seribu bulan walaupun orang yang mendapatkan malam tersebut tidak segampang membalikan telapak tangan, tapi dibalik hadiah yang Allah sediakan itu ada nilai dan makna spektakuler yakni dengan adanya malam lailatul qodar, maka umat Islam berlomba-lomba untuk menahan mata ditengah malam dan menghiasi bibirnya dengan kalimat-kalimat dzikir dan kalamNya.

Namun di sayangkan, sebab apabila kita analisa dan amati tidak sedikit umat Islam yang berpuasa hanya sekedar menggugurkan kewajiban saja atau menjalankan rutinitas keagamaan tanpa ada nilai transfomatif dam sosial sebagai manifestasi pengembangan keagamaannya, tanpa adanya sebuah bentuk empati dan kepedulian dala menggapai hikmah besar dibalik puasa, akhirnya puasa hanya sekedar menahan lapar dan haus tanpa adanya pertumbuhan nilai sosial dalam kehidupan yang konkret.

Setiap tahun Ramadhan datang, setiap tahun pula umat Islam berpuasa. Namun kedzaliman tetap merajalela, kejahatan terus mengalami peningkatan, kekerasan menjadi menu sehari-hari, nilai-nilai kemanusian semakin hilang dalam kehidupan sehari-hari, sesama manusia saling serang, dan sesama manusia saling bunuh.

Padahal, Ramadhan mengandung makna yang penting dan refleksi khusus bagi pribadi dan masyarakat. Dengan berpuasa, seorang muslim diharapkan dapat membebaskan keinginannya dari belenggu hawa nafsu dan mampu mengontrol kehidupan sehari-hari.

puasa Ramadhan yang merupakan ibadah wajib bagi setiap individu muslim ini, diharapkan tumbuh rasa persaudaraan dan rasa kemanusiaan dalam menyapai kemenangan, bulan ramadhan tidak hanya sekedar mendidik umat Islam yang empati tapi ramadhan mengajarkan humanisme dan toleransi dalam menghadapi perbedaan dinegara yang majemuk

Bulan ramadhan ini semoga menjadi bulan kemenangan tanpa adanya cemohan apalagi saling menghujat dan mengkafirkan sesama muslim, mari dibulan yang penuh keberkahan ini mari berkahkan hidup kita dengan amal fardiyah dan ijtima'iyah disetiap waktu bahkan detik demi mententramkan kehidupan yang lebih martabat seperti yang diajaran agama kita.

Bulan ramadhan sekumpulan amal sholeh yang mengajarkan tentang arti cinta dan kesetian terhadap sesama dengan saling berbagi rasa dan menyatukan rasa, cipta dan karsa demi tercapainya sebuah keistimewaan yang terdapat dalam bulan yang suci. Bulan ramadhan bulan perdamaian bukan percekcokan, ramadhan bulan dahsyat bukan bulan menghujat, ramadhan bulan syair bukan bulan mengkafirkan.

Selamat menunaikan ibadah bulan puasa.

Publisher : Faisol