Pertumbuhan Media Massa Semakin Subur Ditengah Zaman yang Semakin Maju -->
Cari Berita

Pertumbuhan Media Massa Semakin Subur Ditengah Zaman yang Semakin Maju

Saturday, May 27, 2017

Oleh: Adi Susanto

Ditengah zaman yang semakin maju, terutama dalam bidang komunikasi. Pertumbuhan media massa semakin subur, bukan lagi puluhan melainkan ratusan jumlahnya.

Ironis sekali media massa yang tumbuh subur bukan justru mencerdaskan rakyat melainkan semakin merusak dan cenderung mengadu domba. Apalagi media massa saat ini sudah banyak yang keluar dari jalurnya sebagai kontrol sosial, yang lebih menjadi penjilat bagi penguasa. Keberadaanya yang seharusnya berada ditengah, kini menjadi alat bagi penguasa.

Tentu kita mengharapkan dengan tumbuh suburnya media massa benar-benar menjadi media massa sesuai dengan fungsinya, sebagai kontrol sosial, menegakkan supremasi hukum dan menyajikan berita yang berimbang sesuai  dengn ketentuan yang telah diatur dalam kode etik jurnalistik.

Jika flashback ke sejarah, berkat media massa, rakyat indonesia bisa berkumpul dan membuat gerakan. Lahirnya gerakan kaum buruh dan berkumpulnya para kaum pergerakan marxis, tidak lepas dari peran media massa.

Snevleet, seorang pewarta berwarganegaraan Belanda yang tidak sepakat dengan tindakan kolonealisme kaumnya, mengilhami kaum buruh dan proletar di Rusia, dia menulis betapa pentingnya berkumpul dan menentang kolonealisme serta menentang dan melawan segala ketidakadilan. Berkat tulisan Snevleet lah rakyat indonesia bersatu dalam wadahnya masing-masing. Namun akibat dari tulisan tersebut, Snevleet di asingkan dari tanah Jawa.

Belajar dari sosok Snevleet, seharusnya media massa sebagai pemersatu, sekaligus mampu mengerakkan semua elemen untuk bersama-sama menentang segala bentuk penindasan, dan menegakkan keadilan yang seadil-adilnya.

Banyaknya media massa yang keluar dari jalurnya sebagai alat kontrol sosial,  harus menjadi perhatian dari semua pihak. Khususnya rakyat Indonesia, agar bisa memilih dan memilah mana media massa yang layak dan tidak layak untuk dijadikan refrensi informasi karena keberpihakannya pada penguasa ataupun pengusaha.

Publisher : Faisol
Penulis adalah Kabiro Hubungan Pemerintah dan Advokasi Kebijakan Publik PC PMII Kota Malang.