Pengaruh Selfie Masa Kini -->
Cari Berita

Pengaruh Selfie Masa Kini

Wednesday, May 31, 2017

Sumber Foto Ilustrasi. loop.co.id
Oleh : Nurul Hasanah (Mahasiswa PBA STAIN Pamekasan)

JATIMAKTUAL,  ARTIKEL, - Salah satu pengaruh dari perkembangan zaman dan kemajuan teknologi yang sedang menjadi fenomena adalah selfie. Kebiasaan ini memang terbilang cukup wajar karena mengabadikan sebuah momen-momen bersejarah.

Begitu banyak orang yang tak mau ketinggalan melakukan hal yang satu ini, dan kini seolah menjadi "rutinitas" bagi sebagian orang tanpa mengenal batasan usia, status, pekerjaan dan lainnya. Entah berapa ribu atau bahkan juta foto selfie yang diunggah keberbagai jejaring sosial ataupun aplikasi smartphone setiap harinya. Itu menunjukkan bahwa fenomena selfie kini telah menjadi hal "wajib", terutama untuk mereka yang narsis.
   
Selfie atau memotret diri sendiri untuk kemudian mengunggahnya ke jejaring sosial saat ini menjadi bagian dari gaya hidup. Bahkan, 54 persen pengguna internet punya kebiasaan mengunggah potret dirinya ke dalam Facebook, Twitter, atau jejaring sosial lainnya.

Menurut Prof. Sherry Turkle dari Massachusetts Instituteof Technology, selfi adalah seperti foto pada umumnya yang berfungsi untuk mengabadikan sebuat momen yang kemudian diperlihatkan pada orang lain.

Tapi sebetulnya "Wabah" selfie tidak dimulai saat marak penggunaan smartphone. Menurut info BBC, selfie pertama kemungkinan dilakukan di tahun 1800-an menggunakan cermin atau menggunakan self-timer. Selfie kala itu tidak melibatkan obyek tunggal seperti saat ini, tetapi dalam kelompok besar seperti berfoto dengan teman atau keluarga. Beberapa melakukan ide kreatif, misalnya dengan menggunakan cermin, untuk mendapatkan gambar terbaik dirinya.

Efek Negatif Selfie Seseorang yang sering melakukan selfie cenderung akan merubah kebiasaan kehidupannya di kehidupan dunia nyata. Bahkan kebanyakan orang yang sering melakukan Selfie akan merasa percaya diri hanya di sosial media, tidak sama halnya dengan di dunia nyata. Terlalu sering selfie di tempat umum akan mengganggu orang di sekitar, yang merasa Selfie itu hal yang menganggu.

Mengunggah foto selfie di sosial media pun mengundang cemooh bagi orang yang tidak suka kepada foto personal yang telah di upload. Faktanya orang-orang yang sangat hobi berselfie ria itu cenderung memiliki obsesi yang sangat besar akan kesempurnaan penampilannya. Obsesi inilah yang menimbulkan bahaya jika terus dilakukan dengan intens dan dalam jangka waktu yang lama.

Efek Positif Selfie, selfie tak sepenuhnya hanya menguntungkan diri sendiri. Selfie bisa menguntungkan banyak orang bila digunakan dengan tepat. Misalnya foto seusai menjalankan kebiasaan hidup sehat dibanding sebelumnya. Dengan kata lain, orang yang kerap selfie bisa berperan sebagai penyebar pesan positif dan artistik ke populasi yang lebih luas, seperti halnya seorang fotografer. Dengan hal itu pula, selfie dapat dibedakan dari cara pria dan wanita mengambil foto.

Kebanyakan wanita dan pria ketika merasa terpuruk dia memilih untuk melakukan selfie untuk mengobati perasaan hati yang sedang sedih, galau, ataupun gundah gulana. Dengan menunjukan tebar senyum kebahagiaan di setiap fotonya tersebut.
Apapun alasannya, beberapa akibat selfie yang "memaksa" beberapa orang mendapatkan hal negatif bahkan tidak di inginkan, ataupun melakukan berbagai hal yang sebenarnya tidak perlu menunjukkan gejala psikologis yang tidak sehat dari para pelakunya. Bahkan Asosiasi Psikiater Amerika sempat mengeluarkan pernyataan jika keinginan yang kuat untuk tampil sempurna dalam selfie dan para selfitis (keranjingan selfie) adalah bagian dari gangguan kejiwaan. Walaupun ada dampak positif dibalik demam selfie ini.