Pembubaran HTI: Fakta Kekalahan Intelektual

Sumber Foto: Goggle
Lutfi Sarif Hidayat, SEI
Direktur Civilization Analysis Forum (CAF)

JATIMAKTUAL, NASIONAL,- Sebagai warga negara saya tidak menginginkan pemerintah memiliki sikap berlebihan dalam bertindak. Apalagi sampai menghilangkan nalar dalam berfikir serta bersikap. Namun dengan adanya wacana pembubaran salah satu ormas Islam yang terbilang besar, yaitu HTI saya berfikir sebaliknya. Saya berani mengatakan jika pemerintah bertindak di luar nalar sebagai pihak pemangku kebijakan, bahkan menunjukkan kekalahan intelektual yang sangat nyata.

Demikian, saya berani mengatakan demikian karena kebijakan pemerintah jika benar mewacanakan pembubaran HTI adalah sikap berlebihan dan bentuk mundurnya intelektual pemerintah. Saya melihat tidak ada yang salah dalam organisasi HTI berikut pemikiran serta setiap kegiatan yang dilakukan.

Jika dirasa ada pihak yang menganggap HTI salah, termasuk pemerintah, Maka jalan pertama yang ditempuh adalah dengan berdialog sebelum mengambil langkah-langkah berikutnya. Saya melihat HTI sangat sedikit dan bahkan hampir tidak pernah diberikan ruang dialog secara objektif. Karena justeru lebih banyak propaganda bersifat negatif kepada HTI yang sering dilakukan banyak pihak, media dan lainnya.

Seandainya pun ada ruang HTI untuk berbicara, saya melihat isu-isu yang diangkat justeru menyudutkan HTI , ditambah dengan minimnya waktu. Bukankah ini adalah bentuk ketidakadilan terhadap HTI, serta bentuk nyata hilangnya nalar serta sikap intelektualitas pihak-pihak terkait. Sehingga membuat saya  bertanya, dimana sesungguhnya letak nilai demokratis dan jargon kebebasan berbicara dan berpendapat?

Lebih lanjut, jika dicermati dengan mendalam. Saya melihat apa yang hendak dicapai negeri ini berupa tujuan-tujuan negara tidaklah bertentangan dengan substansi yang hendak HTI capai. Sebab, jika dilihat apa yang selama ini dijalankan oleh HTI, sejalan dengan pemikiran agar negeri ini memiliki kesejahteraan, keadilan dan lain sebagainya. Sehingga HTI sesungguhnya turut dalam mencerdaskan negeri ini.

Selain itu, saya tidak melihat ada pertentangan nyata antara HTI denan nilai-nilai yang terkandung dalam sila-sila dari dasar negera ini. Justeru HTI hendak mewujudkan secara nyata nilai-nilai tersebut dalam kehidupan bernegara bagi setiap masyarakat. Komnas HAM, melalui Imadudin Rahmat dengan tegas mengatakan bahwa HTI tidak bertentangan dengan Pancasila. Landasan yuridisnya adalah UU Nomor 17 Tahun 2013 Pasal 59. Menurut beliau, dalam penjelasan pasal tersebut tegas bahwa HTI tidak bertentangan dengan pancasila. 

Peran HTI sangatlah besar dalam mencerdaskan dan memberikan edukasi kepada masyarakat. Sebab HTI adalah organisasi yang hendak memperbaiki tatanan ekonomi, politik, hukum, kehidupan sosial-kemasyarakatan dan seluruh bidang di negeri ini yang secara nyata memang mempunyai banyak masalah. HTI pulalah yang saya lihat begitu vokal ketika ada ancaman sparatisme, disintegrasi, liberalisme, sekularisme, kapitalisme, kamunisme dan ancaman lainnya. Lalu apa alasan anda hendak membubarkan HTI, jika bukan karena kekalahan intelektual yang anda miliki.

Publisher : Faisol
Sumber : Grup WhatsApp "DA'WAH CARA NABI SAW".

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment