Ngelles Saat Diklarifikasi Proyek yang Diduga Proyek Siluman dan Amburadul.

JATIMAKTUAL, PAMEKASAN,- Setelah diberitakannya proyek saluran air yang berada di Kelurahan Kanginan Gg. II milik BPBD Kabupaten Pamekasan, ini tanggapan pemenang tander proyek saluran tersebut, yangmana dalam tanggapannya seolah-olah mengelak akan ditanya papan himbauan dan pekerjaan yang dinilai tidak sesuai RAB. Padahal papan himbauan itu wajib hukumnya, demi terlaksananya Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik No. 14 tahun 2008.

Supaya masyarakat tau akan proyek tersebut, dari mana anggaran proyek tersebut?, anggarannya berapa?, pemenang tandernya siapa?, dan volume pekerjaannya gimana?.

Setelah mengkonfirmasi kepada Lurah Kanginan pagi sekitar jam 09.49 tanggal 06 Mei 21017, dia meminta wartawan media jatimaktual.com untuk mengdatangi rumahnya guna mengklarifikasi adanya pemberitaan yang telah di beritakannya.

Pada saat itu, dirumah kediaman Lurah Kanginan ada salah seorang yang bernama H. Agus selaku pemenang tander dari proyek saluran yang berada di Kelurahan Kanginan Gg. II milik BPBD Kabupaten Pamekasan.

Sebelum panjang lebar membahas akan persoalan proyek tersebut, awalnya H. Agus selaku pemenang tender, seakan-akan tidak mengakuinya bahwa proyek yang diduga proyek siluman dan amburadul itu bukan miliknya.

Menurut H. Agus selaku pemenang tender proyek tersebut, "Sebenarnya dalam papan nama atau papan himbauan ini, tidak ada dalam RAB, jadi jika tidak percaya nantik silahkan tanya sendiri kepada pihak BPBD, karena proyek ini milik BPBD Pamekasan," jelasnya kepada jatimaktual.com, pada saat diklarifikasi di rumah Lurah Kanginan.

Lebih lanjut H. Agus mengatakan, "Dalam pelaksanaan pekerjaan itu sama sekali tidak amburadul mas, bentuk dan ketebalannya itu memang tidak sama, karena itu semua sudah sesuai dengan buku yang telah diberikan oleh BPBD".

"Jadi saya rasa, dalam pelaksaan proyek ini saya lebih tau akan lokasi yang saya kerjakan, karena saya asli orang sana," ujarnya.

"Untuk lahan tanah dari masyarakat yang digunakan itu sudah atas persetujuan orangnya, jadi ketika ada orang yang bilang orangnya tidak setuju tidak mungkin," terangnya.

H. Agus pun ia mengatakan bahwa dalam papan nama atau papan himbauan, jika masyarakat lain ingin tau, nanti saya akan pasang sesudah proyek selesai dan dana dari BPBD turun, karena hingga saat ini dana proyek ini masih belom turun.

"Kalok tidak percaya dana dari BPBD itu tidak turun silahkan saja tanya kepada BPBD, jangankan memegang uang sebesar Rp. 5.000, memegang Rp. 5.00 saja saya tujak punya. Proyek itu bernilai Rp. 40.000.000 (Empat Puluh Juta Rupiah)". 

Pewarta : Faisol

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment