Muslimah modern -->
Cari Berita

Muslimah modern

Monday, May 22, 2017

Oleh. Thayyibah. Mahasiswi PBA STAIN Pamekasan

JATIMAKTUAL, OPINI, - Istilah modern adalah terbaru, sikap dan cara berpikir seseorang serta cara bertindaknyapun diseseuaikan dengan tntutan zaman. Zaman sekarang banyak mengelabuhi ala barat, baik dari segi berbicara, bertingkah hampir cara berpakainyapun sudah meniru ala Barat.
Dari sini saya angkat sebuah topik tentang muslimah modern, banyak muslimah- musliamh yang salah menggunakan kata modern, padahal dalam perspektif islam,muslimah modern disini bukan mengelabuhi ala kebarat-baratan, tetapi cara berfilir seseorang yang semakin kritis. Muslimah di lingkungan kita sehari hari sudah menyelengseng dengan adanya gelar modern ini, contoh :
Memanjangkan ujung kain bagi perempuan
Muslimah dalam islam dianjurkan menutup aurat dari ujung rambut sampai dengan ujung kaki, karena seorang waniti bagaikan mahkota yang harus dijaga dengan baik. Sebaliknya pada masa sekarang banya yang menggunakan baju yang sangat berlebihan, kalau sudah demikian itu sudah menyombongkan dirinya dihadapa Allah. Padahal ada sebuah hadist yang menyatakan tentang cara berpakaian seorang wanita yang baik :
Dari Shafiyah Binti Abu Ubaid, beliau bercerita bahwa Ummi Salamah (istri Nabi Muhammad S. A. W ) berkata kepada Rasulullah ketika Beliau membicarakan tentang larangan menggunakan isbal (celana dibawah mata kaki) bagi seorang laki-laki , “ bagaimana dengan perempuan, wahai Rasulullah ? “. Rasulullah menjawab “ hendaknya perempuan memanjangkan ujung kainnya sebanyak sejengkal (dari mata kaki)”. Ummu salamah berkata “jika demikian, ada bagian tubuh perempuan yang masih mungkin untuk tersingkap”. Kemudian Nabi menegaskannya “jika demikian, ditambahkan satu hasta (dua jengkal) dari mata kaki, tetapi  tidak boleh lebih dari itu. ” (HR. Abu Daud no 4117).
Sudah jelas tentang Hadist di atas, akan tetapi pada zaman sekarang, walaupun pakaian yang dikenakan sudah memenuhi kriteria di atas, namun masih keliatan leguk tubuh dari seorang wanita tersebut. Itulah effek dari modern yang salah penggunaan.
Mewarnai kukunya dengan pacar
Dalam islam yang dimaksud dengan memberikan warna kuku dengan pacar ialah berdasarkan kisah dari Aisyah yang menyodorkan sebuah surat kepada Rosulullah dari balik tirai, kemudian Rasulullah menebak tangan tersebut, niscaya berkata, “jikalau ini adalah tangan perempuan, maka hendaklah dikau mewarnainya dengan pacar (Henna)”.
Sangatlah dianjurkan bagi kaum muslimah untuk mewarnai kukunya berdasarkan pada sunnah Rosul diatas, akan tetapi muslimah modern, mengubah pemikiran, yaitu menggantikan pacar (henna) dengan pacar kutek, sehingga hal tersebut menyerupai perbutan perempuan-perempuan kafir.
Betah di rumah
Berawal dari kisah sahabat yang mempunyai seorang istri, kemudian sahabat tersebut hendak ikut Nabi untuk berperang. Suatu saat orang tua si istri sakit parah, namun seorang istri tersebut menolak untuk menemuai orang tuanya tersebut, ia menolak bukan karena durhaka, akan tetapi karena ia tidak mendapat idzin dari suaminya yang sedang bejihad dijalan Allah. Hingga pada akhirnya orang tua si istri tersebut meninggal. Namun ia tetap bertahan di dalam rumahnya.
Berbalik dengan dunia sekarang, bukan betah dalam rumah, namun pada masa sekarang banyak kaum wanita yang keluar dari rumah mereka (baik yang sudah bersuami), ia beralasan ingin membantu keluarganya untuk mencari nafakah, padahal tanggung jawab tersebut adalah tugas dari seorang suami. Tugas itu hendaklah terpenuhi karena sebulum lelaki tersebut meminangnya, ia sudah memiliki kesiapan mental untuk menerima tanggungan tersebut. Kebanyakan para wanitalah pada masa sekarang yang menjadi wonder woment.
Sedangkan dalam Al-Qur’an Surah Al-ahzab : 33, disebutkan bahwasanya
“Dan tiggallah kalian di dalam rumah-rumah kalian dan janganlah kalian berdandan ala jahiliyah terdahulu”.
Potongan ayat diatas sudah jelas diantara yang diteladankan oleh para wanita salaf yang sholihah dan bersungguh-sungguh menghindari laki-laki serta tidak keluar rumah kecuali ada kebutuhan yang mendesak. Hal ini bertujuan untuk menyelamatkannya dari godaan terbesar serta fitnah.