" Makna Hari Raya Idul Fitri " -->
Cari Berita

" Makna Hari Raya Idul Fitri "

Tuesday, May 23, 2017

Sumber Foto. Dokumen Pemuda TQN Suryalaya News
JATIMAKTUAL, OPINI, - Setelah kita berpuasa selama satu bulan maka yang dinanti-nanti oleh semua umat islam adalah hari kemenangan yaitu hari raya idul fitri. Sebagaimana yang kita ketahui bersama bahwa hari raya idul fitri adalah hari kemenangan bagi semua umat muslim yang diterima puasanya karena mampu menundukkan hawa nafsu duniawi selama bulan Ramadhan dan mengoptimalkan ibadah dengan penuh keikhlasan, dimana hari ini Allah Swt akan memberikan penghargaan teramat istimewa yang selalu dinanti-nanti oleh siapapun, termasuk para nabi dan orang-orang shaleh, yaitu ridha dan magfirah-Nya, sebagai ganjaran atas amal baik yang telah dilakukannya. Allah Swt juga pernah berjanji, tak satupun kaum muslimin yang berdoa pada hari raya Idul Fitri, kecuali akan dikabulkan.

Akan tetapi muncul dalam benak kita, kira-kira puasa kita diterima apa tidak? Atau yang kita lakukan ini hanya ritual-simbolik, sebatas menahan lapar dan haus? Jawabnya, Wallahu ‘alam, kita tak tahu yang sebenarnya. Tapi menurut para ulama, ada beberapa pendapat, seseorang dianggap berhasil dalam menjalankan ibadah puasa: ketika kualitas kesalehan individu dan sosialnya meningkat. Ketika jiwanya makin dipenuhi hawa keimanan. Ketika hatinya sanggup berempati dan peka atas penderitaan dan musibah saudaranya di ujung sana. Artinya penghayatan mendalam atas Ramadhan akan membawa efek fantastik, individu, maupun sosial.

Penghayatan dan pengamalan yang baik terhadap bulan ini akan mendorong kita untuk kembali kepada fitrah sejati sebagai makhluk sosial, yang selain punya hak, juga punya kewajiban, individu dan sosial. Sudahkan kita merasakannya? Itulah rahasia kenapa selamat hari raya Idul Fitri seringkali diakhiri dengan ucapan Minal ‘Âidîn wal Faizîn (Semoga kita termasuk orang-orang yang kembali pada fitrah sejati manusia dan mendapatkan kebahagian dunia dan akhirat). Selain sebagai doa dan harapan, ucapan ini juga bagaikan pengingat, bahwa puncak prestasi tertinggi bagi mereka yang menjalankan ibadah puasa paripurna, lahir dan batin, adalah kembali kepada fitrahnya (suci tanpa dosa).

Makna Idul Fitri

Sejak Idul Fitri resmi jadi hari raya nasional umat Islam, tepatnya pada tahun II H. kita disunahkan untuk merayakannya sebagai ungkapan syukur atas kemenangan jihad akbar melawan nafsu duniawi selama Ramadhan. Tapi Islam tak menghendaki perayaan simbolik, bermewah-mewah. Apalagi sambil memaksakan diri. Islam menganjurkan perayaan ini dengan tafakur tentang perbuatan kita selama ini.

Menurut kiai yang pernah mengajar saya di pondok merayakan Idul Fitri tidak harus dengan baju baru, tapi jadikanlah Idul fitri itu ajang tasyakuran, refleksi diri untuk kembali mendekatkan diri pada Alah Swt. Momen mengasah kepekaan sosial kita. Bahwa disaat kita berbahagia ini, saudara-saudara kita di tempat-tempat lain masih banyak menangis menahan lapar. Bersyukurlah kita yang masih mampu membeli makanan dan minuman.

Ummy Rois Hasanah. 
Mahasiswi STAIN Pamekasan Prodi PBA semester 6