KSU RAHAYU Diduga Beroperasi Ilegal di Pamekasan, Aktifis Mahasiswa Desak Penegak Perda untuk Menutup Paksa. -->
Cari Berita

KSU RAHAYU Diduga Beroperasi Ilegal di Pamekasan, Aktifis Mahasiswa Desak Penegak Perda untuk Menutup Paksa.

Monday, May 29, 2017

JATIMAKTUAL,  PAMEKASAN, - Akhir-akhir ini banyak Koperasi Ilegal bergerak liar dilingkungan Kabupaten Pamekasan yang dinilai meresahkan tanpa adanya pengawasan dari pihak pemerintah, dan pajak ke daerahpun tidak jelas,  sehingga beberapa elemen mendesak bagaimana Operasi koperasi dihentikan.

Salah satu Koperasi yang diduga tidak berijin di Kabupaten Pamekasan,  yakni KSU "RAHAYU" yang menurut informasi dilapangan Koperasi tersebut sudah bergerak selama kurang lebih 6 Bulan. Dan bergerak dibidang Peminjaman, dengan total bunga setiap peminjaman sebesar 30%. 

Hasil konfirmasi jatimaktual. Com kepada pihak kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Kabupaten Pamekasan. Agus Mulyadi. bahwa KSU Rahayu tidak berizin di pamekasan.  "KSU RAHAYU itu tidak berijin,  saya sudah cek, tidak ada nama badan usaha KSU RAHAYU" terang Agus saat dikonfirmasi di Ruangannya. 

Sedangkan menurut Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Bapak Jon Yulianto, pihaknya juga menyatakan bahwa koperasi tersrbut tidak berizin,  bahkan beliau menyarankan untuk dibubarkan bila tetap memaksakan diri beroperasi dilingkungan Kabupaten Pamekasan.  

Terpisah.Pihak jatimaktual.com mencoba klarifikasi ke pihak KSU RAHAYU di Sebuah Rumah yang dijadikan Kantor Badan usaha tersebut tepatnya di Desa Jelmak Kabupaten Pamekasan. Pada saat itu ditemui oleh Bahrul Ulum salah satu Karyawan yang menjalankan Tugas terselubungnya di Kabupaten Pamekasan.  

Bahrul pun membenarkan adanya informasi tersebut bahwa KSU Rahayu sudah beroperasi sekitar 6 bulan dengan penghasilan setiap minggunya berkisar 6.000.000 bahkan pernah mencapai angka Rp. 10.000.000.paling tinggi, dan pihaknya juga mengaku belum mengetahui apakah Badan usahanya masih belum resmi atau sudah resmi di pamekasan,  hanya saja badan hukum yang dimiliki berpusat di Kabupaten Lumajang dengn No BH. (No.518.1/BH/XVI/217/103/09/Maret 2010. Pusat :Jl. Sukarno Hatta No. 05 Lumajang) sebagaimana yang tercantum di lembaran Promes. 

Tapi menurut bahrul Persoalan ijin dipasrahkan ke Bapak Abd Aziz Orang Sumenep. 

Sekedar diketahui bahwa KSU RAHAYU tersebut mulai disoroti oleh sejumlah elemen, karena yang sangat mengganjal yakni kantor koperasi itu seolah tempat kos,  dan administrasinyapun masih menggunakan manual,  yang dimungkinkan ketika ada pemeriksaan atau sidak lebih mudah menghilangkan data,  berbeda dengan administrasi yang sudah menggunakan elektronik.   

Menyikapi itu, Salah satu Aktifis Mahasiswa di Kabupaten Pamekasan menuntut bagaimana Pihak Aparat dan Penegak Perda segera menutup paksa. Menghentikan segala aktifitas, termasuk penagihan terhadap konsumen sebelum legalitasnya jelas,  karena dimungkinkan akan merugikan terhadap masyarakat Pamekasan.  

"kalau dibiarkan terus beroperasi maka yang ada bukan membantu masyarakat,  tapi menyengsarakan masyarakat, bayangkan kalau bunga sampai 30%. Inikan gak ada bedanya dengan "Rentennir" apalagi Pajak ke Daerah juga gak jelas,  maka perlu ada ketegasan dari semua pihak, khusunya penegak perda dan aparat" tandas Ghafur kepada jatimaktual.com.

Hingga berita ini diturunkan, Pimpinan KSU rahayu di Pamekasan masih belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi. 

Pewarta.  Muhri Andika.