JJS Bupati Pamekasan ditengah Gejolak Kasus Penataan PKL.

JATIMAKTUAL, PAMEKASAN,- Ditengah-tengah bingungnya para Pedagang Kaki Lima (PKL), Bupati Pamekasan Achmad Syafi'i seolah menyenangkan diri dengan adanya Jalan Jalan Santai (JJS) Bersama Anak Yatim di Areal Manumen Arek Lancor menuju Pendopo Ronggosukowati Pamekasan, Minggu (07/06/2017).

Bupati Pamekasan Achmad Syafi'i menjalani waktu Wekendnya dengan bersenang-senang dengan sejumlah kalangan, baik DPRD maupun pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan dan kalangan masyarakat yang mengikutinya.
Melihat keasyikannya saat bercanda gurau dan bemain congklak, seolah tak ada beban sama sekali sebagai kepala daerah. Sementara kondisi PKL saat ini masih dalam penentuan nasib. Komentar dan gerakan Sejumlah tokohpun silih berganti mengikuti irama gerakan penolakan para PKL.

Itupun bukan hanya dari masyarakat Pamekasan, melainkan dari Kabupaten lain, yakni dari Kabupaten Bondowoso. Yang ikut menyoroti gejolak penertiban PKL di areal Arek Lancor.

"Kami berharap Bupati dan Pihak terkait lainnya bisa menyelesaikan persoalan kemanusiaan ini tanpa menambah gejolak baru, karena ini menjadi perhatian publik, tidak hanya orang pamekasan, tetapi orang luarpun juga tau." tandas Jun kepada jatimaktual.com.

Sedangkan menurut Luthfiadi selaku pemerhatin Sosial dan Masyarakat Pamekasan, "Setidaknya Bupati selaku pemimpin juga harus sadar dengan kondisi saat ini, khususnya hiruk pikuk yang terjadi pada PKL, jeritan kebingungan dan kekecewaan yang di hadapi PKL Pamekasan seolah-olah hanya sebagai robot mainan yang tidak begitu berharga".

"Sebenarnya PKL juga butuh perhatian dari pemerintah, dan bukan hanya sebagian rakyat saja, karena PKL juga membutuhkan kebahagiaan dan perhatian yang sama untuk menghidupi keluarganya, karena saya yakin PKL bekerja seperti itu atas dasar ikhlas karena Allah, ketimbang nantinya harus berlabuh ke negri sebrang menjadi incaran polisi, karena ilegal," tambah Luthfiadi.


"Pernah beberapa bulan lalu Bupati pergi ke Malaysia untuk menyambangi para TKI di Malaysia yang berasal dari Pamekasan, dan saya harap hasil dari perjalanannya dibuktikan dengan cara dipublikasikan di videotron dan di reklame agar masyarakat tau seperti apa perjuangan masyarakat Pamekasan bekerja di Malaysia untuk menghidupi keluarganya," tutupnya.

Pewarta. Faisol.

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment