Janji Tinggal Janji. PKL Menanti Janji Pemkab Pamekasan.

JATIMAKTUAL, PAMEKASAN,- Seiring dengan adanya janji Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan terhadap Pedagang Kaki Lima (PKL), yang sudah disosialisasikan dan disaksikan oleh sejumlah elemen masyarakat dan pemerintah, hingga saat ini ternyata belum juga ditepati. 

Disamping itu keluh kesah para PKL mulai mencuat, setelah mendengar informasi terkait pembuatan lahan parkir yang akan diletakkan di Areal Eks. Stasiun PJKA Pamekasan bagian utara, karena lokasi tersebut hingga saat ini masih belum seteril dan banyak los-los baru yang dibangun. 

Para PKL yang menempati lokasi yang mau dijadikan areal parkir itu banyak yang tidak setuju, karena hal tersebut akan mempersulit para PKL dalam mencari nafkah dan menafkahi keluarganya.

Wartawan jatimaktual. Com mencoba menelusuri dan konfirmasi langsung kepada sejumlah PKL saat sedang berjualan,  salah satunya Bapak Sehri asal warga Kolpajung yang juga tidak sepakat.   

"Tidak setuju mas, karena disini kan saya mencari nafkah mas, bagaimana untuk tetap berjualan disini, kalau gak jual nanti bagaimana untuk memberi nafkah kepada keluarga," ungkapnya dengan lagak kebingungan dan memikirkan nasibnya.

"Repot mas, kalau kita nanti membangkang kepada pemerintah nantinya kita yang salah," tutupnya.

Sedangkan Ferdi asal warga Laden mempertanyakan, "Kalau memang mau dibuat lahan parkir nanti para PKl ini akan diletakkan dimana?. Dan bagaimana nantinya kita untuk mendapatkan nafkah," ungkapnya.

Fauzi selaku ketua SPMP sangat menyayangkan terhadap maksud dan tujuan pemerintah, "pertama yang sangat disayangkan. Lokasi parkir yang saat ini sedang dikerjakan, telah merusak trotoar yang baru beberapa waktu dikerjakan, seolah menghembur-hemburkan uang. Yang kedua, Mengganggu para PKl yang sedang mencari nafkah. Yang ketiga, saya tidak yakin bahwa setelah lokasi yang direncanakan untuk lahan parkir selesai, mampu menseterilkan lokasi bagian selatan dari kendaraan. Jangan-jangan nanti malah jalan raya yang akan jadi tempat parkir.  Kalau itu tidak sukses?.  Rencana apalagi yang akan dilakukan pemerintah. Mengurus Rumah makan Joko' Tonoh saja belum mampu,  apalagi mengurus yang banyak,  coba yang Juko' Tonoh itu seterilkan dulu,  baru ke yang lain," tegasnya saat berada di lokasi.

Hingga berita ini diturunkan masih belum dikonfirmasi kepihak terkait, seperti apa solusi pemerintah berikutnya.  

Pewarta : Faisol

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment