Janji Palsu Pemkab Pamekasan Terhadap PKL, Membuat Resah dan Kecewa.

JATIMAKTUAL, PAMEKASAN,- Buyar dengan wajah kecewa, yang menanti janji Pemkab, Pedagang Kaki Lima (PKL) Eks. Stasiun PJKA Pamekasan saat turun hujan harus gulung tikar.

Saat hujan turun, PKL di Eks. Stasiun PJKA Pamekasan harus meninggalkan pendapatannya, melihat kondisi yang sangat sepi, dikarekan oleh faktor penataan yang tidak jelas dan janji palsu pemkab yang sampai saat ini dinantikan dan diharapkan oleh para pelaku pedagang kaki lima.
Salah satu janji yang dinantikan dan diharapkan oleh pedagang kaki lima antara lain, yang pertama Tenda, yang kedua lamak (alas duduk) yang ketiga lampu dan yang terakhir akan disediakannya air.

Namun dari empat janji pemkab yang disosialisasikan dan disaksikan oleh masyarakat dan pihak pemerintah sampai saat ini belum turun juga, sehingga terbukti para pedagang kaki lima harus menelan kegagalan dalam usahanya, yakni kurangnya pendapatan saat turun hujan dan lokasi relokasi yang tidak memadai.

Suci selaku pedagang kaki lima di area Eks. PJKA Pamekasan, banyak menyinggung akan janji-janji palsu pemkab yang diduga untuk mengelabui para pedagang kaki lima agar menuruti kemauan pemkab, dan sangat kecewa karena PKL merasa dihipnotis dengan janji-janji yang tidak bisa dipertanggung jawabkan sehingga PKL Eks. PJKA merasa kecewa dan secara perlahan harus gulung tikar.

"Saya sangat kecewa dengan adanya janji-janji Pemkab saat sosialisi yang sangat menjanjikan dan memberi harapan palsu pada PKL, karna sampai saat ini tidak ada kejelasan yang terbukti pro terhadap PKL". Tegasnya

"Dilihat dari pendapatan saat ini sangat menurun, terutama saat turun hujan, yang kadang tidak dapat apa-apa, saya meminta kepada pemkab untuk jelas dalam berkomitmen, karena saya melihat saat ini PKL dibuat kebingungan, apalagi saat di pang-pangnya banner himbauan yang tidak sesuai dengan komitmen awal". Tutupnya

Lutfiadi juga meminta kepada pihak Pemkab untuk pro terhadap rakyat kecil, dan harus benar-benar adil dalam melakukan tindakan, karena harga diri masyarakat tidak dapat digadaikan dan ditukar dengan uang.

Pewarta : Faisol

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment