HTI Gagal Menegakan Khilafah Puluhan Tahun.

JATIMAKTUAL,- 09-04_17  bertepatan pada malam selasa pegiat khasanah ilmu nahdzatul ulama yang bernama ngopi (nyangkrok ngaji dan dzikir) sembilan mengadakan dialog perdana yang bertema hisbut tahrir undercover; membongkar jaringan dan strategi HTI di Balik jargon Khilafah dengan pembicara Dr. Kh. Imam Ghazali said MA dan Dr. Kh. Ainurrofiq Al-Amin M.Ag yang mana kedua tokoh tersebut merupakan orang yang sangat bersentuhan langsung dengan HTI, Kh.  Imam ghazali sosok yang sangat mengenal HTI dimasa beliu mengenyam pendidikan di Universitas al-azhar mesir sedangkan  kh. Ainurrofiq sendiri merupakan mantan HTI ia keluar darinya dengan kontempalasi yang cukup panjang megenai NKRI  dan pancasila sebagai ideologi dasar Negara ia memandang kokohnya NKRI dan pancasila berpuluhan tahun bukan tanpa sebab pasti kerana dasar perjuangan para tokoh-tokoh bangsa. pengalaman beliu selama di HTI memunculkan buku ilmiah yang berjudul "membongkar proyek Khilafah ala HTI"

Acara dialog tersebut disambut antusias oleh warga Nahdiyyin Jawa Timur khususnya daerah sidoarjo dan surabaya, yang berkiraan ada 500 peserta dari kalangan akademisi dan organisatoris sehingga membeludak  diluar Aula mushollah PWNU Jawa Timur, ahmad rofiqi mahasiswa UIN sunan ampel yang juga berpartisipasi dalam acara tersebut mengatakan bahwa acara-acara seperti ini yang sangat saya harapkan di NU untuk membangkit tradisi kajian ilmiah seperti yang dilakukan Faunding fauther NU dulu. ujarnya kepada berita mahasiswa

Sedangan menurut aisyah bahwa ia hadir hanya ingin memperdalam dan memahami strategi dan ideologi HTI sebenarnya dilain sisi untuk memahami perbedaaan HTI dan NU secara konseptual.

Sebelum acara diolog dimulai kh. Ma'ruf mengajak peserta tawazul untuk mendoakan kh. hanzyim muzadi dan para faundhing fauthar NU sebagai bentuk penghormatan kepada beliu-beliu yang sudah mengkontribusikan pemikiran dan tenaganya untuk Indonesia sesudah itu menyayikan indonesia raya dan hubbul wathon dengan penuh Khidmat.

KH. Ghazali said mengatakan bahwa HTI gagal mendirikan khilafah sudah lama berkiraan tahun 1922 di mana masa itu sultan fuad mengadakan kongres internasional untuk mengembalikan Khilafah tegak kembali disaat plastine takluk pada ingris sehingga pada waktu itu berdiri negara israel sebagai negara sekuler. pada kongres tersebut ulama-ulama yang menghadiri acara tersebut kh. Hos thokroaminoto perwakilan dari SI dan kh. wahab hasbullah perwakilan dari ulama tradisional, namun kh. wahab ketinggalan sehingga nyampek kesana acara kongres selasai.

Lanjut kh. ghazali salim sehingga pada waktu itu terjadilah rebut kekuasan untuk jadi khilafah baik dari kh. Hos, sultan fuad sehingga tidak terjadilah khilafah pada memont itu kh. ahmad ali roziq menyetuskan karya fenomenalnya disaat memon ingin menegak khilafah dengan kitab Al-fiqh fi ushul Al-hukm upaya intergaritas nasionalis dengan konsep islam.

Disisi lain Kh. Ghazaly salim memandang kegagal HTI karena tidak mengikuti perkembangan zaman dimana dia harus bertatap Muka tanpa topeng pendusta yang dibungkus dengan sistem khilafahnya.

Sedangkan menurut KH. Rofiq bahwa HTI saat ini dalam menyusun starateginya berbaur dengan NU, ia sudah mencoba menerima tahlilan dan demo, kalau kita tidak amenesia, dulu yang paling gencar berdakwah bahwa demo Haram adalah HTI tapi pada belakangan ini HTI tidak lagi mengharamkan tapi menghalalkannya, inilah kebusukan diera ini. fatwa beliu seperti dipantau crew berita mahasiswa.

HTI sampai kapanpun tidak akan bisa berdiri tegak di Negara  pancasila sebab pancasila sudah sakti berkat ikhtiarnya para ulama NU. kata beliu. (Kholil)


Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment