Hari Buruh Nasional: "Aksi PKL Lanjut, dan Harus Merdeka".

JATIMAKTUAL, PAMEKASAN,- Momentum Hari Buruh Nasional menjadi kesempatan bagi Para Pedagang Kaki Lima Kawasan Arek Lancor Pamekasan, untuk meluapkan kegelisahannya melalui Gerakan Turun jalan, sekaligus penggalangan Tanda tangan dukungan kepada masyarakat dan sejumlah elemen lainnya yang masih peduli terhadap rakyat kecil. 

Penggalangan tanda tangan tersebut merupakan salah satu upaya penolakan terhadap adanya Perbub Nomor 31 tahun 2016 yang dinilai tidak pro PKL, khususnya PKL yang berada di kawasan arek lancor. 

Hasil pantauan jatimaktual.com, Gerakan serentak yang dilakukan oleh Para PKL pada momentum hari buruh nasional itu rupanya menarik perhatian sejumlah tokoh yang ada dilingkungan kabupaten pamekasan. Seperti Tokoh Ulam' /Kiai dan Tokoh Partai Politik. 

Salah satu bukti kepedulian tokoh terhadap nasib PKL yang tak menentu itu, KH. Imam Bukhori Muslim bersama Ketua PAC PDIP Pademawu, Moh Amin. ikut berpartisipasi meluangkan waktunya untuk menandatangani kain kafan yang merupakan aspirasi para PKL. 

Bahkan pihaknya sangat sepakat apabila para PKL khususnya yang berada di kawasan arek lancor terus semangat memperjuangkan hak-haknya. 



"Saya selaku Rakyat biasa juga merasa senasib dan seperjuangan seperti Para PKL, jadi saya wajib mengawal dan membela seperti pak muhtar dan kawan-kawannya itu, apalagi saya selaku pengurus Partai Wong Cilik, maka ada kewajiban yang sangat mendalam bagi saya untuk berjuang, demi nasib Pak Muhtar dan Kawan-kawannya" terang Amin kepada awak media.

Bahkan saat ditanya soal tujuan penolakan Perbub No 31 tahun 2016, pihaknya sangat mendukung. " lanjutkan. Dan buat saya wajib merdeka" tandas Amin penuh semangat didepan para PKL usai menandatangani Kain kafan. 

Pewarta. Muhri Andika. 

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment