Direktur ARAOP Mendesak Penegak Perda untuk Segera Menseterilkan Area Lesehan Juko'Tonoh.

JATIMAKTUAL, PAMEKASAN,- Lesehan Juko' Tonoh yang sampai saat ini masih banyak dipertanyakan dan menuai banyak kritikan, nampaknya menjadi penguasa di Areal Eks. Stasiun PJKA Pamekasan. Dengan luas parkirn yang banyak memakan tempat dan keberadaan tiga gubuk di atas taman yang seharusnya berfungsi bagi masyarakat umum, kini digunakan pribadi / digunakan oleh para pembeli di Lesehan Juko' Tonoh.

Padahal gejolak tersebut seringkali dikeluhkan kepada para penegak perda. Namun berbagai alasannpun sampai saat ini seolah aman dan terkendali, sementara para pedagang kaki lima yang bertebaran di sekitar itu seolah menjadi momok bagi Pemerintah Pamekasan,  sehingga keberadaan usaha mereka selalu terusik oleh kebijakan yang dinilai tidak pro rakyat kecil. 

Sunarto selaku Kabid Penyelenggaraan Perijinan menyarankan untuk mrngkoordinasikan kepihak terkait. "Coba koordinasi ke Dinas Koprasi, karena yang mempunyai peranan disana Dinas Koperasi bukan disini,". Ujarnya saat dikonfirmasi di kantornya.

"Yang di Juko' Tonoh itu yang ada cuma SIUPnya, untuk izin-izin yang lain disitu tidak ada semua". Tambahnya.


"Kalok memang tidak ada izinnya itu, yang menindak Sat Pol PP bukan KPPT". Tegas Sunarto


Abd Halim selaku Direktur Aliansi Rakyat Oposisi (ARAOP) mendesak pihak penegak perda untuk lebih gantle dalam menegakkan aturan yang ada. "jangan pandang siapa yang memiliki usaha,  kalau sudah menyalahi aturan, harus dibongkar, kenapa penegak perda hanya beraninya kepada para PKL,  kok yang lain dibiarkan liar" tegasnya kepada jetimaktual. Com

Hingga berita ini diturunkan, sejumlah pihak masih berharap keseriusan pemerintah untuk segera menseterilkan tempat yang dinilai menyalahi aturan tersebut. 


Pewarta : Faisol. 
Editor.  Muhri Andika. 

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment