Diduga Lemah Dalam Menuntaskan Kasus, KALAB Kepung Mapolres Pamekasan. -->
Cari Berita

Diduga Lemah Dalam Menuntaskan Kasus, KALAB Kepung Mapolres Pamekasan.

Wednesday, May 24, 2017


JATIMAKTUAL, PAMEKASAN,- Puluhan massa dari Komite Arek Lancor Bangkit (KALAB) menggelar aksi demonatrasi ke Mapolres Pamekasan terkait dugaan lemahnya penegakan hukum dili ngkungan polres Pamekasan. Rabu (24/05/2017).

Dalam selebaran yang diedarkan oleh KALAB, tertera beberapa tuntutan yang didesak untuk segera dituntaskan.  Dari sejumlah kasus yang dituntut tersebut masing-masing:

  1. Perampasan lahan Negara di Dusun Duko Desa Tanjung Kecamatan Pademawu.
  2. Dugaan pemotongan DD/ADD tahun 2016 Kecamatan Proppo.
  3. Penyelewengan dana Raskin di Desa Candi Burung Kecamatan Proppo.

Faisal selaku Ketua KALAB mengatakan, bahwa begitu nampak hukum yang berada di Polres Pamekasan ini, Tajam Kebawah, Tumpul Keatas. "Sangat terlihat lemahnya penegak hukum di Wilayah Polres Pamekasan, tajam kebawah, namun tumpul keatas".

"Untuk kasus perampasan lahan yang telah dilaporkan ke Mapolres Pamekasan, dengan No. STL/460/X/2007/Polres, hingga saat ini tidak kunjung terselesaikan," tegas Faisal.

Faisal pun sedikit mengangkat persoalan yang saat ini sedang hangat-hangatnya di perbincangkan oleh masyarakat Pamekasan sendiri dalam kepengusahaan Yupang. "Apalagi dengan keterlibatan Pengusaha Yupang alias Budiono," ungkapnya dengan raut mimik muka yang marah.

Kompol Hartono S.H selaku Waka Polres Pamekasan, dalam mengatasi massa aksi, ia meminta perwakilan dari aksi tersebut untuk menemuinya, guna untuk menjelaksan tindakan yang akan dilakukan pihak Kepolisian Resort Polres Pamekasan.
"Ketiga kasus tersebut dalam penyelidikan pihak Polres, kami akan memanggil seluruh pijak-pihak yang terkait tentang perampasan lahan tersebut, untuk kembali ditindaklanjuti, begitupun dengan 2 kasus yang lain, saya memanggil staf saya untuk menyelesaikan persoalan tersebut, baik persoalan pemotongan dana DD/ADD 2016 serta kasus Desa Candi Burung,” ujar Hartono.

Pewarta : Faisol.