BMA STAIN Pamekasan Adakan Pertemuan Dengan BAZNAS Provinsi Jatim -->
Cari Berita

BMA STAIN Pamekasan Adakan Pertemuan Dengan BAZNAS Provinsi Jatim

Tuesday, May 23, 2017

JATIMAKTUAL, STAIN PAMEKASAN,- Baitulmaal Amanah (BMA) STAIN Pamekasan menggelar pertemuan dengan Ketua Penanganan UPZ (Unit Pengumpul Zakat) di Hotel IBIS Surabaya, pada siang hari (23-mei-2017) jam 01:00 yang terdiri dari Ketua Umum dan Wakil Baitulmaal Amanah. Yaitu, Rudy Wiryo Saputero sebagai Ketum dan Achmad Ubaidillah sebagai Wakil.

Baitulmaal Amanah targetkan menjadi standar acuan pengelola zakat tingkat perguruan tinggi negeri berbadan hukum.
Ketua Umum Baitulmaal Amanah (BMA) STAIN Pamekasan Rudy Wiryo Saputero mengatakan, pihaknya telah menyusun peta jalan untuk menjadi UPZ dengan target utamanya menjadi standar acuan pengelolaan unit pengumpulan zakat di perguruan tinggi, khususnya di STAIN Pamekasan.

"Baitulmaal Amanah secara khusus merupakan pelaksana yang menghimpun segala sumber dana amal, yaitu infak atau sedekah untuk kemudian didayagunakan melalui sistem satu pintu, yang sekarang In Shaa Allah bersiap pergi untuk dijadikan UPZ," ujar Ketum BMA STAIN Pamekasan.

Ketua Penanganan UPZ BAZNAS Bapak Kholik mengatakan,  "Baitulmaal Amanah STAIN Pamekasan bisa dijadikan UPZ sesuai dengan prosedur, nanti kami akan mengadakan survei lapangan dan untuk pengajuan yang sekarang serta surat rekomendasinya dari pihak Rektorat STAIN Pamekasan sudah memenuhi syarat".

Dalam hal inilah Unit tersebut, bertujuan meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelayanaan pengelolaan zakat serta meningkatkan manfaat zakat untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat ataupun mahasiswa. 

Menurut Bapak Kholik, tugas pokok UPZ yaitu melakukan sosialisasi dan edukasi zakat, memberikan konsultasi zakat, melakukan regristasi calon muzaki, menerima pembayaran zakat dan penyetoran BAZNAS Jawa Timur serta penyetoran dana infak dan lain-lain harus 100%, dalam artian jika dana infak mendapatkan 1 juta ya harus semuanya yang harus disetorkan dan masalah pendistribusiannya pihak BMA tinggal mengajukan berapa mustahik yang akan diberi santunan nanti kami tinggal memberikan dana dari hasil infak yang sudah​ disetorkan kepada pihak BAZNAS, semisal dananya tidak cukup? Maka kami akan tambah," ungkap saat disampaikan usai menyerahkan Surat Rekomendasi serta profil komunitas untuk pengajuan menjadi UPZ BAZNAS Provinsi Jawa Timur.

BAZNAS, lanjut dia akan melaporkan ke Pimpinan bahwa Baitulmaal Amanah STAIN Pamekasan terkait hal-hal lebih lanjut tentang syarat menjadi UPZ dengan sebab ini semoga BMA konsisten dan terus berkembang," tambahnya.

Dalam hal tersebut Wakil Ketua BMA berharap "uswatun hasanah" (suri tauladan) bagi dosen-dosen dan mahasiswa, "Mudah-mudahan ormawa-ormawa lain yang ada dikampus STAIN Pamekasan, bisa tertular virus kebaikan ini dan tidak lupa pula semua ini berkat doa dan kerja keras pengurus BMA yang sebentar lagi In Shaa Allah menjadi UPZ," ujar Ubaid di Hotel Ibis ruang Lobbi.

Meski demikian, Ubaid mengingatkan, sejauh ini dari lima rukun Islam, zakat adalah yang paling diabaikan. "Karena itu, ke depan, kami akan mensosialisasikan untuk menjadikan agar harta umat Islam Indonesia bersih dan berkah dengan berinfak dan zakat, sehingga berimbas pada pemerataan dan keadilan ekonomi nasional," sambungnya.

Dari persiapan menjadi UPZ tinggal satu langkah lagi yaitu survei lapangan, hal tersebut tergantung kesiapan dari pihak STAIN Pamekasan dan Baitulmaal Amanah sendiri.

Pewarta : Faisol