Belum Teraliri Listrik & Merasa di Dzalimi, Warga Kepulauan Ra'as Kirim Surat Keluhan Kepada Presiden RI. -->
Cari Berita

Belum Teraliri Listrik & Merasa di Dzalimi, Warga Kepulauan Ra'as Kirim Surat Keluhan Kepada Presiden RI.

Thursday, May 25, 2017

JATIMAKTUAL, - Kepulauan kecil memang sulit dijangkau kondisi sosialnya oleh berbagai pihak salah satunya kepulauan Ra'as. Pulau yang terletak ditimur madura ini ternyata sampai hari ini masih belum teraliri listrik. Tidak hanya itu masyarkat pulau Ra'as yang mayoritas penduduknya merantau harus dikeluhkan dengan masalah transportasi laut setiap waktu mudik tiba. Pasalnya pelayanan transportasi laut yang diberikan masih jauh dari yang diharapkan oleh masyarakat setempat. 

Hal demikian lah yang menimbulkan keresahan masyarakat pulau Ra'as. Matjuri mahasiswa Malang asal pulau Ra'as lewat akun FBnya menulis surat keluhan kepada presiden Joko Widodo berikut tulisannya:

Surat buat Presiden RI Jokowi Widodo

Assalamualakum wr.wb 

Salam sejahtera bagi kita semua. Teriring salam dan doa semoga kita selalu diberikan kesehatan oleh Tuhan semesta raya dan menjalankan sebagai khalufah filard dengan amanah.

Sebelumnya saya mohon maaf, kepada bapak atas kelancangan saya menulis ini yang kurang sopan. 

Tapi saya tidak ada cara lain untuk ketemu langsung dengan bapak dan saya yakin tentunya bapak sibuk mengurusi negara ini yang terdiri dari berbagai pulau. 

Perkenalkan bapak nama saya Matjuri lahir dikepulauan Sumenep, sebagai anak pulau masyarakat kami banyak yang merantau keluar daerah untuk mencari nafkah dan juga sekolah diluar pulau. 

Sebagai orang rantau dan orang pulau yang tidak lepas dari transportasi laut untuk bisa sampai kepulau kami, terus terang selama ini kami khususnya Masyarakat Ra'as Sumenep, mengalami kesusahan untuk mendapatkan transportasi yang nyaman. 

Hal itu disebabkan kurangnya transportasi laut ke pulau kami, dan yang kedua harga tiket dimainkan oleh penjaga loket, dan harga tiket pun tidak sesuai dengan yang tertera di karcis, namun apalah daya kami sebagai orang pulau tak punya pilihan lain kecuali mengantri lama-lama dipalabuhan jangkar atau mengikuti permainan penjual tiket dengan harga yang sangat mahal. 

Semoga bapak sebagai presiden dapat menindak lanjuti atas keluhan dan keresahan kami. Kami juga rakyat bapak walau kami tinggal di kepulauan kecil yang listrik pun belum ada sampai sekarang. Hormat saya Bapak Matjuri .

Pewarta: Adi 
Publisher. Vicky.