ADA DOSA DIBALIK JILBAB

Oleh: Hasisun                                  
Mahasiswi PBA STAIN Pamekasan
Sebagai wanita muslimah kita diwajibkan untuk menutup aurat ( jilbab). Sesuai dengan firman Allah yang tertera dalam surat An Nuur.31

وقل للموءمنات يغضضن من أبصارهن ويحفظن فروجهن ولا يبدين زينتهن الا ما ظهر منها وليضربن بخمرهن على جيوبهن.( النور.۳۱ ).

Artinya: dan katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman: hendakalh mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan jangan menampakkan pehiasannya, kecuali yang biasa nampak padanya, dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung didadanya.

Dalam ayat diatas sangat jelas bahwa Allah memerintahkan wanita muslimah untuk memakai jilbab hingga menutupi dada, diwajibkannya memakai hijab bagi muslimah dengan tujuan agar menutupi kulit serta lekuk tubuh yang menggoda para kaum adam. Bukan hanya sekedar menutupi kepala saja. Namun sangat miris, pada realitasnya karena zaman yang serba canggih dan modern, sangat beda dengan zaman tempo dulu. Tak memandang tempat, maraknya krudung gaul bukan hanya diperkotaan saja, bahkan dipedesaanpun tak luput olehnya. 

Ironisnya, peminat produk yang notabene jahiliyah itu adalah dari kalangan wanita-wanita muslimah. Tak dapat dipungkiri lagi bahwa maraknya busana-busana muslimah itu merupakan program orang-orang kafir untuk menghancurkan umat islam, karena ketika wanita muslimah sudah dirusak maka rusaklah pula sendi-sendi agama dan negara ini. Tapi kita tidak menyadari karena sudah terlena oleh trend-trend yang selalu berkembang.

banyak sekali produk-produk yang menawarkan baik dari baju sampai jilbab yang bermacam-macam. Jilbab digunakan hanya sebatas fashion dan gaya untuk mengikuti trend, jilbab hanya dilelletkan pada leher. Untuk mempercantik dirinya tak lupa pula mereka menggulung rambut dan krudung sampai menyerupai punuk unta, lekuk tubuh dibiyarkan terlihat supaya terlihat cantik. Maka tidak heran meskipun sekarang banyak yang menggunakan jilbab, banyak pula terjadi pemerkosaan akibat pemakaian jilbab yang salah.   

Terkikisnya jibab syar’i ini karena yang mereka idolakan adalah artis-artis, orang golongan atas, yang hanya menggunakan krudung gaul tanpa menutupi dada dan tidak tahu hakikat jilbab sebenarnya. Padahal jilbab seperti itu dilarang oleh syari’at islam. Rosulullah Sallallahu”Alaihi Wa”alaihi Wa Sallam telah bersabda”

صنفان من أهل النار لم أرهما قوم معهم سياط كأذناب البقر  يضربون بها الناس ونساء كاسيات عاريات مائلات مميلات رؤوسهن كأسنمة البخت المائلة لايدخلن الجنة ولا يجدن ريحها وان ريحها لتوجد من مسيرة كذا وكذا.( رواه أحمد ومسلم في الصحيح.

" Ada dua golongan penduduk neraka yang belum aku melihat keduanya.Kaum yang membawa cemeti seperti ekor sapi untuk mencambuk manusia ( maksudnya penguasa yang dhalim).Dan perempuan-perempuan yang berpakain tapi telanjang, cenderung pada kemaksiatan dan membuat orang lain juga cenderung kepada kemaksiatan. Kepala-kepala mereka seperti punuk-punuk unta yang berlenggak lenggok mereka tidak masuk surga dan tidak mencium bau wanginya. Padahal bau wangi surga itu tercium dari jarak perjalanan sekian waktu (HR. Muslim No.2128).

Jelas sekali wanita yang seperti itu tidak akan mencium bau surga. Pada dasarnya mereka berjilbab tapi tidak sesuai dengan yang dianjurkan oleh ajaran agama. Ini merupakan peringatan untuk kita, lalu apa bedanya kita yang behijab dengan mereka yang membiarkan rambutnya terurai. Maka dari itu kita sebagai generasi muda perempuan muslimah harus mulai merubah kembali kehidupan yang sesuai dengan syariat islam. Dan semoga para muslimah berjilbab ( krudung gaul ) segera menyadari dan segera mengubah gaya jibabnya, dan perancang jilbab juga menyadari hal ini.

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment