SAMPANG DAN KESENIAN YANG MENGGETARKAN

Oleh Moh. Ghufron Cholid

Berbicara tentang kesenian Sampang ada baiknya keluar rumah dan tinggalkan segala apa yang didengar dan datanglah langsung ke Sampang agar segala yang didengar bisa dibuktikan secara kasat mata. Apakabar segala yang didengar mesti diamini atau sesekali diabaikan.

Bagi saya stigma buruk tentang Sampang yang digemakan, tak selamanya bermakna jelek, ianya bisa menjadi suatu tantang, yang dapat membuat segala mata yang datang bisa terbelalak jika dimanfaatkan dengan baik. 

Pembukaan pameran lukisan yang diadakan di Dewan Kesenian Sampang memberi ilmu baru yakni kejutan yang disajikan. Ternyata Sampang menampilkan tarian menarik bernama tari cakang. Tari yang takkan ditemukan di kabupaten lainnya.

Keberadaan Tari Cakang tak lepas dari peran penting Dra. Aning Sri Wulandari, MM asal kediri, alumni UNESA. Pertemuan dengan orang Madura dan menetapnya di Madura m e mbuatnya menemukan formula baru tentang tari, yang dapat menggambarkan krakteristik perempuan Madura yang sangat memikat hati. Yang tak mudah menyerah. Tak malas selalu penuh kreasi.

Cakang dalam bahasa Madura bermakna energik. Terus bergerak dengan segala kekuatan dan kelembutannya. Perempuan yang tak terlena kemewahan teknologi. 

Berleha-leha, bermalas-malasan bukanlah ciri khas orang Madura begitulah kiranya filosofi yang bermukim dari Tari Cakang. 

Sampang telah bergelora, Sampang telah penuh denyut daya kejut. Hadirilah pameran lukisannya dan nikmati kesenian lain di Sampang yang masih tersenyembunyi. 

Junglorong, 23 April 2017

Respon Pembaca.

1 comments:

Mudi Haryono said...

Junglorong mana ini ?

Post a Comment