Proses Kreatif Lahirnya Lukisan Percakapan Semesta

Proses Kreatif sehingga terciptanya lukisan percakapan semesta yang merupakan karya pertama saya, selepas perkenalan saya dengan komunitas perupa sampang, saya lebih sering kumpul dengan perupa bukan dengan penyair.

Percakapan berjalan dengan inten, Chairil Alwan, Sanusi Kaconk, Hendri R Sidik, Achmad Budi Cahyanto, Sathuman, dan Hardyerupakan nama-nama yang pernah saya jumpai.

Berbincang seputar lukisan saya hanya bisa memandang karya temanteman seraya gelenggeleng kepala, terlebih berbicara ragam teknik dan pewarnaan. Nun ada keasyikan tersendiri yang saya rasakan.

Provokasi untuk melukis bermunculan disampaikan pada saya untuk segera melukis, rasanya terlalu egois bila saya hanya sebagai penonton saja, mengingat pelaksanaan pameran bergengsi sudah semakin dekat. Pameran lukisan jejak olle ollang di Dewan Kesenian Sampang yang dimotori oleh Komunitas Perupa Sampang (22-26 April 2017).

Berulang kali saya bermain ke rumah para perupa Sampang untuk mengetahui secara langsung proses pembuatannya, rupanya sayapun tak kunjung berpapasan.

Chairil Alwan adalah sahabat yang paling sering diskusi, sayapun diberikan kanvas untuk segera membuat lukisan, ada perasaan senang sekaligus debar yang tak bisa ditaklukkan, senang karena saya memiliki jalan untuk melukis berdebar kencang karena tak tahu cara melukis. Akhir kata kanvas saya bawa pulang, saya perlihatkan pada istri. Kanvas saya foto, anehnya bukan warna putih yang munculsaat saya foto melainkan buram. Saya diamkan kanvas di kamar, saya pandangi tiap berada di kamar. 

Saya tinggalkan kanvas dalam kamar untuk pulang ke ketapang ngantar istri. Teringin melukis namun saya tak biasa buat sket, lagi pula potlot 2 B saya dipegang murid saya. 

Selepas pulang dari rumah istri, berdiam sejenak di Robatal, berdiam di Kedungdung dan berangkat ke Barisan Sampang menemui Rosi dan Ballah. 

Perjumpaan telah selesai saya pulang ke rumah berniat memulai melukis. Tiba di kamar saya pandangi kanvas dan saya berniat melukis dengan judul Percakapan Semesta. Saya belum menemukan bahan dan alat yang cocok untuk melukis di kanvas. Saya posting foto kanvas di group Komunitas Perupa Sampang dan memberikan judul Percakapan Semesta. Kanvas tetap polos tanpa disentuh oleh bahan dan alat lukis karena memang tidak punya. 

Chairil Alwan mengusulkan judul belum hitam katena kanvasnya memang polos, lalu saya pun menjawab mesti ada sentuhan sebagai bentuk pertanggungjawaban melukis, akhir kata saya menemukan bintik-bintik putih di bagian kanvas, bintik-bintik itulah saya sentuh dan saya pindah ke tengah lalu di bentuk alif. Bekas bintik-bintik kanvas di. pinggir berwajah muram sedang alif di tengah berbinar cahaya padahal dari kanvas yang sama. 

Bentuk pertanggungjawaban melukis telah saya lakukan dengan bahan yang saya temukan sendiri di bagian pinggir kanvas setelah jadi banyak semut yang mengerumuni dan saya sendiri tak tahu bahan apa yang saya sentuhkan ke kanvas. Percakapan Semesta telah mantap saya pilih sebagai judul dan pahala lukisan jika ada yang merasa bahagia saat memandang lukisan ini lalu mengingat kebesaran Allah maka pahalanya saya hadiahkan pada sesepuh Junglorong dan Blega beserta guru-guru. 

Biodata Pelukis
Moh. Ghufron Cholid merupakan nama pena Moh. Gufron, S.Sos.I, lahir di Bangkalan, 7 Januari 1986 M, menulis puisi, cerpen, pantun dan esai. Percakapan Semesta merupakan lukisan pertamanya yang dibuat di Junglorong, 18 April 2017. Berkhidmat di Pondok Pesantren Al-Ittihad Junglorong Komis Kedungdung Sampang Madura. 

Moh. Ghufron Cholid
Junglorong, 19 April 2017

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment