PELUKIS YANG SUFI

(Sebuah Apresiasi Atas Lukisan Hendri R Sidik. Berjudul Pertarungan Batin)
Oleh Moh. Ghufron Cholid

Waktu selalu memiliki cara unik dalam mengenalkan seseorang dalam mewarnai kehidupan orang lain, begitupun kisah tersebut menyapa saya secara tiba-tiba.

Sampang yang kerap di stigmakan dengan ragam hal berbau negatif secara perlahan tapi pasti sudah memperkenalkan sisi lain yang paling menarik sebut saja gairah seni lukis yang tidak banyak diketahui orang.

Perjumpaan saya dengan Bapak Chairil Alwan, perlahan mengungkap sisi kemisterian Sampang yang ternyata para pelukis Sampang terbilang lebih istiqamah dalam mengenalkan karya-karya mereka dibandingkan dengan para pelukis di tiga kabupaten lain yang ada di Madura.

Selain Chairil Alwan dan Sanusi, saya dihadapkan dengan Hendri R Sidik yang menyuguhkan lukisan kontemporer, yang kerap berhubungan dengan masalah kekinian. Pertarungan Batin, merupakan salah satu lukisan Hendri R Sidik yang patut kita cermati.

Lukisan telah menjadi semacam risalah perenungan. Lukisan ini seakan ingin mencubit hati saya selaku penikmat, betapa pertarungan dengan diri sendiri tak pernah usai. Lukisan ini seakan menjadi terjemahan bebas dari perkatan Nabi selesai perang badar yang menegaskan bahwa perang badar hanyalah pertempuran kecil sedangkan pertempuran besarnya adalah bertarung melawan hawa nafsu.

Pelukis memang bukanlah seorang pendai yang menyampaikan kebenaran lewat kata-kata dengan lantang dari panggung ke panggung. Pelukis cukup totalital menuangkan pemikirannya dalam lukisan.

Hendri R Sidik dengan lukisannya berjudul pertarungan batin seakan ingin berteriak lantang bahwa tidak mudah menundukkan hawa nafsu selama ketamakan dan kerakusan masih merias kalbu.

Barangkali hidup di Madura merupakan suatu keberkan bagi guru Seni Budaya SMPN 1 Torjun bernama Hendri R. Sidik sebab nilai religi begitu kuat mengakar dalam lukisan yang dibuatnya.

Barangkali lukisan ini menjadi sebuah jawaban bahwa penampilan fisik membuat seseorang bisa salah duga, karena penampilan fisik belum tentu melukiskan hatinya.

Madura, 6 April 2017
Biodata Penulis
Moh. Ghufron Cholid adalah nama pena Moh. Gufron, S.Sos.I, lahir di Bangkalan, 7 Januari 1986 M. Alumni TMI Al-Amien Prenduan (2006), menulis puisi, pantun, cerpen dan esai serta penikmat lukisan utamanya lukisan pelukis Sampang. Berkhidmat di Pondok Pesantren Al-Ittihad Junglorong Komis Kedungdung Sampang Madura.

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment