Peduli longsor, Mahasiswa UNIBA Gelar Aksi Solidaritas Untuk Meningkatkan Rasa Kemanusiaan dan Kewaspadaan.

JATMAKTUAL, BANYUANGI,- Di balik Heroisme, Isu Intoleransi dan Amburadulnya Politik Kekuasan di Senayan. Komisariat Universitas PGRI Banyuwangi (UNIBA) tidak lantas menjadi kader-kader elit yang apatis terhadap peristiwa-peristiwa populis yang lebih bermakna bagi masyarakat.

Sebagai mahasiswa dan kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), kepekaan kader komisariat UNIBA patut di aprisiasi dalam menyikapi bencana lonsor di Kabupaten Ponerogo, Jawa Timur.

Kentalnya rasa kemanusiaan belasan kader komisariat UNIBA membuat mereka terpanggil untuk peduli terhadap bencana lonsor yang menimpa saudara sebangsa di Ponerogo. Walau berbeda wilayah mereka membuat aksi solidaritas peduli bencana longsor di Ponerogo pada kamis (13/04) hingga Jum'at (14/04) besok.
Puluhan mahasiswa UNIBA yang terdiri dari perempuan dan laki-laki mengingatkan seluruh rakyat Indonesia untuk peduli sesama terutama masyarakat Banyuwangi pada khususnya seperti yang di katakan ketua yang sekaligus koordinator aksi solidaritas Wahyu Dwi Hermawan, "walaupun aksi solidaritas ini tidak secara langsung menolong warga Ponerogo, tapi kami berharap melalui sedikit sumbangan masyarakat Banyuwangi dapat menbantu dan mengurangi beban mereka," ungkap Wahyu.

Aksi solidaritas yang di jadwalkan 2 hari tersebut, dengan pembagian 5 titik lokasi yang di bagi hari pertama 3 lokasi dan Jum'at besok 2 lokasi.
Aksi pertama mereka mulai pukul 08:00 WIB, di perempatan lampu merah Kertosari Jln. Kepiting dekat kampus UNIBA.

Siangnya sesudah istirahat sholat dzuhur mereka melanjutkan meminta amal di pertigaan lampu merah DPRD Banyuwangi Jln. Adi Sucipto serta melanjutkan ke Jln. Achmad Yani area Kantor Pemda Banyuwangi. 

"Aksi hari ini kami lakukan di 3 titik, Alhamdulillah hasil yang di dapat sebanyak 4.662.000 rupiah. Ini menandakan keperdulian warga Banyuwangi sangat kental karena walau keperduliaan ini tidak besar tapi secara substansial bisa mengingatkan warga bahwa kecelakaan yang tidak terduga dapat terjadi kapanpun dan dimanapun" pungkas Wahyu.

"Kami berharap Presiden Jokowi melalui Kementrian Agraria dan Tata Ruang dapat menyediakan lahat untuk rakyat sesuai program redistribusi 21,7 juta hektare lahan untuk rakyat," tambahnya. 

Pewarta : Afif
Editor : Faisol

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment