Melalui Harlah PMII Ke-57, PMII Cabang Sidoarjo Mengajak Mahasiswa Untuk Mengupas Pentingnya Lokal Wisdom.

JATIMAKTAUL, SIDOARJO,- Melalui Harlah PMII Ke-57, Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sidoarjo, mengajak mahasiswa untuk mengupas pentingnya memahami lokal wisdom yang ada di Indonesia.

Pelaksanaan tersebut, dilaksanakan di Aula Pemerintahan Kabupaten Sidoarjo, pada hari Minggu 23 April 2017. Yang dihadiri oleh Ketua DPRD Sidoarjo, Ketua ISNU Sidoarjo, Karang Taruna Sidoarjo dan Akademisi Serta Praktisi.

Dewan ahli ISNU Sidoarjo Prof. Masdar Hilmy S. Ag, MA, Ph.D, mengajak seluruh mahasiswa untuk mengupas pentingnya memahami Lokal Wisdom yang ada di Indonesia ini.

"Lokal Wisdom di Indonesia di bagi menjadi dua macam, pertama berupa Artefak atau benda simbol keagamaan seperti sarung, songkok, beduk hingga kentongan di masjid atau musholla. Kedua, berupa ideofak, atau pemikiran dan amaliah keagamaan seperti tahlilan, yasinan dan lain lain," ungkapnya, di sela-sela pemaparannya dalam Orasi Ilmiahnya.

Lanjutnya, dalam menjaga lokal wisdom, ia berpesan kepada PMII, untuk mengawal perjuangan NU dalam mendakwahkan Islam ala Ahlussunnah Waljamaah baik di kampus maupun di sekitarnya.

"PMII dihadapkan persoalan yang dihadapi NU. Sebagai anak kandung NU, PMII berkewajiban mengawal perjuangan NU dalam mendakwahkan Islam ala Ahlussunnah Waljamaah," tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Muhammad Mahmuda selaku Ketua Umum PMII Cabang Sidoarjo mengungkapkan, peranan mahasiswa dalam menjaga lokal wisdom merupakan penting.

"Biar kearifan lokal yang ada di Sidoarjo ini tetap terjaga, lokal wisdom ini di perlukan, maka dari itu, dengan berbagai lomba yang di selenggarakan kemarin, kami mempunyai rekomendasi akan mendirikan posko aswaja di tiap komisariat yang ada di sidoarjo," pungkasnya.

Pewarta : Arif Billah
Editor : Faisol

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment