Inisiasi "Kampung Dolmen", Sebagai Wujud Pengembangan dari 56 Batu Megalitikum.

JATIMAKTUAL, BONDOWOSO,- Kabupaten Bondowoso merupakan salah satu Kabupaten yang tergolong dari 38 Kabupaten di Jawa Timur, yang secara geografis diapit oleh tiga Kabupaten, yakni Kabupaten Situbondo, Jember dan Banyuwangi, Sabtu (15/04/2017).
Uniknya, di Kabupaten yang dikenal dengan sebutan kota tape ini terdapat banyak peninggalan para sejarah, terbukti dengan ditemukannya ribuan batu megalitikum yang tersebar di berbagai titik se-Bondowoso.

Salah satu yang unik terdapat di Desa Maskuning Kulon Kecamatan Pujer. Bagaimana tidak, di Desa tersebut terdapat 56 buah batu megalitik yang tersebar di pemukiman dan persawahan warga. terdiri dari 55 batu jenis Dolmen dan 1 buah batu jenis Dakon.

Dengan adanya potensi tersebut, komunitas pegiat wisata yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Pecinta Alam (GERDAPALA) bersama Komunitas Pemuda Megalitik Bondowoso (KPMB) melaksanakan turun lapangan (TURLAP) dengan tujuan untuk bersih-bersih disekitar batu dan pemetaan area dalam rangka inisiasi kampung Dolmen.

Inisiasi tersebut, bermula dari komunitas GERDAPALA, yang kemudian direspon positif oleh berbagai pihak, termasuk pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bondowoso.

Ahdari selaku ketua GERDAPALA menyampaikan bahwa, latar belakang inisiasi kampung Dolmen ini bermula dari banyaknya batu dolmen yang tersebar di Desa Maskuning Kulon dan sepertinya berpotensi untuk dikembangkan.

"Tersebarnya 55 Dolmen di Desa Maskuning Kulon, menjadi latar belakang kita di komunitas untuk mencoba ikut serta dalam perawatan dan pengembangannya," tutur Ahdari.

Kegiatan turlap diikuti langsung oleh bapak Hery Kusdariyanto selaku Seksi Sejarah dan Purbakala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bondowoso, mas Christyan Agung selaku penggerak KPMB, puluhan anggota GERDAPALA dan dua Juru pelihara.

Dalam kesempatan tersebut bapak Hery menyampaikan respon baik terhadap semangat pemuda yang masih peduli dengan potensi desa.

"Saya sangat bangga dan merasa terpanggil oleh komunitas GERDAPALA dan KPMB yang sangat antusias untuk memberdayakan potensi desa, khususnya batu megalitik ini," ujarnya.

pihaknya juga berharap, inisiasi kampung Dolmen ini harus disupport dan dikerjakan secara kontinyu.

"Adanya inisiasi kampung Dolmen ini merupakan langkah yang menarik untuk kita ciptakan secara nyata, mengingat batu dolmen di Desa Maskuning Kulon sudah banyak, tinggal kita kembangkan sebagai destinasi wisata", harapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Crystian Agung juga menyampaikan kepada komunitas untuk tak henti-hentinya melakukan sebuah inovasi, pemberdayaan dan pengembangan untuk desa.

"Adanya komunitas ini adalah sebuah kekuatan yang seharusnya kita maksimalkan bersama, dengan komunitas, hal kecil yang secara kasap mata tidak bisa dimanfaatkan, bisa kita sulap menjadi sesuatu yang menguntungkan," pungkasnya.

Pihaknya berpesan, inisiasi kampung Dolmen merupakan sesuatu yang menarik sekali.

"Inisiasi kampung Dolmen merupakan sesuatu yang sangat menarik, tinggal kita desain sebaik dan semenarik mungkin," pesannya.

Pewarta : Afif
Editor : Faisol

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment