HTI Makar, Segera Bubarkan.

Oleh Zainuddin

Upaya HTI untuk melakukan aksi dengan tema "Khilafah sebagai jalan Syar'ie, Jalan Kebangkitan umat", bagi PMII Jawa Timur adalah upaya makar yang sebenar-benarnya. 

Aksi yang dilakukan oleh HTI tidak bisa dianggap sebagai suara rakyat, tetapi gerakan separatisme yang membawa nama-nama agama Islam. 

HTI telah mencederai ideologi negara dan Islam. Sekaligus, upaya HTI untuk menegakkan Khilafah adalah pengingkaran terhadap nilai Pancasila.

Padahal kita tahu bersama, bahwa nilai Pancasila merupakan serapan dari nilai-nilai yang terkandung di Indonesia. Keberadaan Pancasila lebih dahulu dari keberadaan HTI.

Sehingga dengan demikian, HTI yang mengingkari terhadap Pancasila tidak layak hidup di Indonesia. Pindah ke nagara lain yang belum tentu juga menerimanya.

HTI juga mencederai nilai-nilai Islam yang telah lama dianut di Indonesia. Gerakan radikal yang dilakukan HTI adalah suatu bentuk gerakan yang historis. Tidak mengerti Islam dan Indonesia sekaligus. 

Bahwa dalam konteks sejarah, Islam di Indonesia berkembang tidak dengan radikal. Tapi melebur dengan kekayaan lokal. Peleburan inilah yang menyebabkan adanya Islam Indonesia. 

Menyebarkan Islam dengan cara-cara yang dilakukan HTI sama saja dengan telanjang dimuka umum. Mengumbar kejelekan paham dan gerkan kepada agama yang lain. 

Pada pola bernegera juga, eksistensi HTI tidak bisa dibenarkan. Mengusung khilafah sama saja dengan ingin meniadakan  Indonesia. HTI telah mengoyak kebhinekaan dan kedaulatan Indonesia sekaligus.

Pada posisi ini dengan tegas, saya Zainuddin sebagai Ketua Umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia menolak yang dilakukan oleh HTI. 

PMII akan berjihad melawan HTI. HTI harus dibubarkan dan dienyahkan dari Indonesia. 

PMII Jawa Timur mendorong Kapolda Jawa Timur untuk tidak mengizinkan aksi yang dilakuka oleh HTI. Selain itu juga nantinya kami menginginkan Kapolda untuk membubarkan HTI.

Pewarta : Hasan
Editor : Faisol

Respon Pembaca.

1 comments:

BAHRULLAH RULLAH said...

Mantap sahabt.. lanjutkan. NKRI Harga Mati

Post a Comment