Andiono Putra: Ayo, Bangun Persaudaraan Dengan Masyarakat Desa.

JATIMAKTUAL, BONDOWOSO,- Puluhan Pendamping Desa (PD) bersama Pendamping Ahli pada Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Kabupaten Bondowoso, Kamis (6/4), mengadakan Sekolah Desa di Desa Tegal Pasir, Kecamatan Jambesari. Hadir pula Camat Jambesari, Muhammad Taufan bersama Kades Tegal Pasir, Mintarjo.

“Saya sangat antusias dengan adanya Sekolah Desa bertema Membingkai Pendampingan Desa dalam Nuansa Persaudaraan ini. Ini mendekatkan para pendamping dengan desa-desa yang didampingi. Jangan sampai program kegiatan di desa melenceng dengan apa yang sudah ditetapkan dalam Perbup,” ungkap Muhammad Taufan, dalam sambutannya.

Sementara, Kades Mintarjo mengungkapkan, sangat senang karena sudah mendapatkan pendampingan dari Kementerian Desa. “Kita didampingi ini biar kita mengalami kemajuan. Tak gun paggun (Madura; tetap). Desa tidak dilepas laku (Madura: diocol pajuh; dibiarkan begitu saja)”, ucap Mintarjo, disambut tawa para pendamping desa.

Mintarjo juga mengatakan, selama ini di desanya sudah bersinergi dengan para pendamping. Bahkan menurutnya, jika para pendamping telaten melakukan pendampingan di desa, maka lambat-laun, semua kegiatan di desa akan sesuai dengan regulasi yang ada. “Alhamdulillah, semua tahapan perencanaan desa di Kecamatan Jambesari sudah selesai. Pokoknya, para pendamping tidak boleh bosan turun ke desa”, ungkapnya.

Koordinator Pendamping P3MD Kabupaten Bondowoso, Andiono Putra mengatakan, tahun 2017 in,i para pendamping harus lebih giat menunjukkan kinerjanya. “Sudah bukan saatnya lagi untuk bicara bagaimana cara membangun trust (kepercayaan). Saat ini, kita harus menunjukkan kinerja yang baik. Bayar kepercayaan masyarakat desa dengan kinerja yang nyata. Turun dan dampingi masyarakat desa,” ucapnya.

“Tema Membingkai Pendampingan Desa dalam Nuansa Persaudaraan ini bukan tanpa makna. Jika kita, para pendamping, bisa bersaudara dengan masyarakat desa, maka semua energi akan bisa kita curahkan sepenuh hati kepada masyarakat desa. Logikanya, apa sih yang tidak bagi saudara kita? Begitu pula sebaliknya. Jika masyarakat desa sudah menganggap kita saudara, maka proses pemberdayaan ini akan berjalan dengan lancar. Jadi, ayo, bangun persaudaraan dengan masyarakat desa”, ucapnya dengan optimis.
Dalam kesempatan ini, Andiono juga mengutip pengarahan Dirjen Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PPMD) Kementerian Desa Prof Ahmad Erani Yustika yang disampaikan dalam peningkatan kapasitas Pendamping Lokal Desa (PLD) yang dilaksanakan Satker P3MD Provinsi Jawa Timur minggu lalu.

“Pak Dirjen Prof Erani ini meyakinkan kita, bahwa dalam bekerja, kendatipun dicaci maki, kita para pendamping desa harus bermental baja dan penuh keihklasan. Kata beliau: “Jika kerja mendapat pujian jalan terus, itu hal yang wajar. Sebaliknya, jika kerja dicaci maki tetap Jalan terus, itu kerja dengan keyakinan”.

Tidak hanya itu, Andiono juga mengutip pernyataan Guru Besar Universitas Brawijaya Malang yang menyampaikan, bahwa Pendamping Desa harus bisa menjadi “jembatan” bagi perkembangan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa.

“Prof Erani mengatakan: “Pendamping Desa adalah elaborator dan kolaborator di desa yang memberikan arahan agar Dana Desa tepat sasaran, menyentuh pada pembangunan hal-hal yang strategis di desa, menghidupkan ruh perekonomian desa dalam BUMDesa, meningkatkan penghasilan dan daya beli masyarakat desa. Pekerjaan Pendamping Desa adalah pekerjaan proyek mahakarya dengan penuh keyakinan. Keuletan, ketelatenan, keteladanan dan kesabaran adalah modal utama bagi Pendamping Desa”.

Di tempat berbeda, Kasi Kelembagaan dan Pemerintahan Desa pada Dinas PMD Kab Bondowoso, Lukman Ari Zafata dalam Pembinaan Alokasi Dana Desa (ADD) di Kecamatan Wringin (5/4) menyampaikan, jika Kementerian Desa sudah menyiapkan supporting system dengan adanya pendamping desa. “Kita di Kabupaten seringkali mensinergikan dengan teman-teman Pendamping Ahli. Jadi silahkan, Pemerintah Desa mensinergiakan segala sesuatunya dengan para Pendamping Lokal Desa (PLD) maupuan para Pendamping Desa (PD)”, jelasnya. 

Pewarta : Afif
Publisher : Faisol

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment