Ungkap Gejolak Stadion Gelora Ratu Pamelingan, "Pemkab Pamekasan Berpotensi Kehilangan Pendapatan"

JATIMAKTUAL, PAMEKASAN,- Berbagai persoalan terkait Stadion Gelora ratu pamelingan semakin mencuat, mulai dari anggaran pembangunan stadion yang terkesan dihambur-hamburkan hingga persoalan yang baru muncul usai menggelar lima pertandingan secara live.

Stadion yang masih amburadul dan terkesan dipaksakan untuk beroperasi itu memang mendapat kritikan keras sejak awal diresmikan, pasalnya terdapat beberapa fasilitas yang dinilai kurang memadai, bahkan pada saat dilakukan verifikasi sebelum digelarnya presmian, sudah ada catatan merah yang harus dipenuhi untuk bisa ditempati laga pertandingan.

Hasil informasi yang dihimpun jatimaktual.com, gejolak stadion GRP antara lain, kondisi Lapangan tidak rata, hal tersebut terlihat jelas dalam shot TV, tentu kondisi buruk ini menjadi perhatian serius, apalagi kompetisi mendatang dibawah pengawasan FIFA. Karena Pemain merupakan aset utama setiap club persepakbolaan, dengan kondisi lapangan bergelombang itu sangat berpotensi cideranya para pemain.

Apalagi Tribun ekonomi tidak ada skat pemisah untuk block suporter tim tamu, padahal dalam  regulasi, suporter tim tamu berhak untuk mendapatkan hak pembelian tiket sebanyak 5-10 persen dari kapasitas stadion tuan rumah. Belum lagi masalah pagar rangka besi yang besar yang menghalangi pandangan suporter, kondisi tersebut bisa menyebabkan penumpukan penonton di titik-titik tertentu, dan bisa menyebabkan chaos karena rebutan tempat pandang nyaman. Mengingat kompetisi nanti juga dibawah pengawasan FIFA, protes pemain juga bisa di ajukan langsung ke federasi dan tim tamu juga bisa melakukan penolakan untuk bertanding dengan alasan lapangan tidak layak.

Area teknik yang masih terdapat banyak kerikil, sangat membahayakan bagi aktivitas pemain dan kru yang bertugas, sehingga pada saat pemain kencang-kencangnya lari dan tackling lawan, pemain bisa terpental ke area teknik. Dan Tangga dari tribun VIP ke area teknik ternyata tidak ada, sehingga mobilitas match comisioner tidak bisa optimal.

Dari awal pertandingan hingga selesai rupanya posisi mobil damkar hanya terlibat  di satu pintu utama. Dan Akses untuk masuk mobil, untuk kepentingan evakuasi hanya bisa digunakan satu pintu. Sehingga akan berdampak negatif bila mana terjadi sebuah peristiwa yang diluar dugaan. Yang seharusnya semua fasilitas dan kepentingan umum lainnya dibenahi sebelum stadion ditempati laga pertandingan.

Kadispora  Kabupaten Pamekasan, Muhammad menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Pamekasan sudah berupaya untuk membenahi SGRP, namun pihaknya tidak yakin kalau menggunakan anggaran Pemkab bisa selesai pada bulan tiga, sehingga upaya saat ini, menggandeng Club MU dan pihak lainnya dengan harapan bisa membenahi.

Namun saat ditanya terkait Pengelolaan SGRP, apakah tidak ada upaya untuk dipihak ketigakan, pihaknya mengatakan bahwa untuk mempihak ketigakan masih membutuhkan waktu dan melalui beberapa proses.

Sekedar diketahui bahwa dari informasi yang diterima jatimaktual.com terkait catatan PSSI untuk Pembenahan SGRP agar bisa ditempati pertandingan berikutnya yaitu harus diselesaikan Pada Bulan Maret, dan apabila bulan maret pembenahan tersebut tidak selesai maka akan mendapatkan sanksi Lose (SGRP tidak bisa ditempati Pertandingan) sehingga pemkab Rugi bila mana SGRP tidak bisa ditempati, mengingat tingginya pendapatan Daerah dari hasil setiap Pertandingan sebelumnya.

Pewarta. Muhri Andika

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment