Smart Teaching Dinilai Memberatkan, Sejumlah Guru Keluhkan Kebijakan Disdik Kab. Pamekasan

JATIMAKTUAL, PAMEKASAN,- Sejumlah guru di kalangan PAUD/TK, SD, dan SMP mengeluhkan kebijakan Dinas Pendidikan Kabupaten Pamekasan, pasalnya mereka diwajibkan mengikuti  workshop smart teaching yang dimotori Yayasan Pendidikan Adi Luhung Nusantara  –semacam konsultan pendidikan --  dengan biaya yang dinilai cukup memberatkan karena setiap guru diwajibkan membayar kontribusi sebesar Rp 250.000,00 dengan fasilitas modul pelatihan, sertifikat, blocknote, stopmap, ballpoint, snack, dan makan.

Rasa keberatan para guru terhadap program yang mulai dilaksanakan sejak 20 Maret 2017 dan akan berakhir sampai 30 Maret 2017 tersebut,  adanya adanya penekanan dari oknum kepala cabang dinas pendidikan  dan beberapa kepala sekolah terhadap para guru yang sudah bersertifikasi agar wajib mengikuti kegiatan tersebut.

‘’Kami merasa keberatan jika setiap guru diwajibkan mengikuti kegiatan smart teaching ini. Apalagi kontribusi yang harus ditanggung setiap peserta cukup tinggi.

Sementara dana TPP hingga saat ini belum cair,  belum lagi ancaman kepala cabang dan beberapa kepala sekolah yang akan menghambat proses pencairan TPP jika kami tidak ikut,’’keluh salah seorang guru SD yang wanti-wanti agar identitasnya dirahasiakan kepada Jatim Aktual kemarin.

Menurut dia, pada dasarnya program smart teaching ini bagus untuk meningkatkan mutu tenaga guru dan itupun hanya sebagai salah satu alternatif saja. Masih banyak alternatif lain yang dapat dimanfaatkan setiap guru untuk meningkatkan kualitas profesinya, misalnya membeli buku dan memanfaatkan fasilitas yang ada di internet.

‘’Lha kalau ada pemaksaan dan wajib untuk ikut, justru hal itu menjadi sebuah tanda tanya.  Betulkah ini upaya untuk meningkatkan kualitas pendidik, ataukah malah sebagai proyek dari oknum-oknum tertentu untuk mengais keuntungan. Bayangkan saja, sekian ribu guru bersertifikasi di wilayah Kabupaten Pamekasan kalikan kontribusi dari setiap peserta, pasti akan didapatkan angka yang fantastis,’’tambahnya.

Sementara berdasarkan catatan Jatim Aktual, Drs. Moch. Tarsun selaku Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pamekasan melakukan klarifikasi terkait polemik tersebut saat hadir pada kegiatan Bedah Kisi Kisi US SDN di Gedung Serbaguna Pamekasan pada tanggal 15 Maret 2017. Di hadapan para guru dan kepala SD yang hadir, Tarsun menyatakan bahwa pihaknya tidak mewajibkan setiap guru untuk mengikuti kegiatan workshop smart teaching. ‘’Kegiatan workshop Smart Teaching ini tidak wajib, silakan bagi guru yang berminat untuk mengikuti karena hasilnya akan dirasakan sendiri oleh yang bersangkutan,’’jelasnya.(BM/JA)

Captions foto
BROSUR SMART TEACHING. Jadwal dan brosur kegiatan yang beredar di group WA para guru PAUD/TK, SD dan SMP di wilayah Kabupaten Pamekasan. (dokumentasi Jatim Aktual)






Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment