Selamat Hari Perempuan Internasional

JATIMAKTUAL, NASIONAL,- Sejarah memperingati Hari Perempuan Internasional bermula pada tragedi kebakaran pubrik triangle shirwaist di New York yang terjadi pada tahun 1911 yang mengakibatkan 140 orang perempuan meninggal dunia,  Hari Perempuan Internasioanal pertama kali dirayakan pada abad 20 ditenggah gelombangnya industrialisasi dan ekspansi ekonomi yang menyebabkan protes-protes mengenai kondisi kerja.

Peristiwa kurang baik tersebut memicu marahnya kaum buruh sehingga pada tanggal 08 Maret tahun 1957 dilaksanakan aksi damai yang dimobilisasi oleh kaum buruh perempuan dari pabrik pakaian dan tekskil, namun aksi tersebut mendapat tantangan keras dari pihak keamanan (polisi) Amerika Serikat yang memaksa demontrasi bubar, karena peristiwa penantangan tersebut, peringatan Hari Perempuan Internasional sempat terhenti selama bertahun-tahun, namun pada awal tahun 1960, semula dengan munculnya tren feminisme di beberapa negara mulai memperingati kembali hingga akhirnya Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) secara resmi merespon Hari Perempuan Internasional.

Hari Perempuan Internasional merupakan refleksi peristiwa-peritiwa perempuan yang sudah mengoreskan tinta emas sejarah disegala sektor baik pendidikan, ekonomi, politik dan sosial. Namun ironisnya Indonesia masih minim pengetahuannya tentang sepak terjang seorang perempuan dalam melakukan tuntutan kesetaraan dan keadilan, sehingga minim sekali rakyat Indonesia merayakan Hari Perempuan Internasional ini. 

Peringatan Hari Perempuan Internasional tidak lain karena terjadinya kekerasan dan eksploitasi kaum majikan (kapitalis) pada kaum perempuan, sehingga banyak kaum perempuan melakukan protes karena upah yang diberikan tidak sesuai yang ia kerjakan. Selain itu, seorang perempuan melihat ketidak adilan mengenai upah antara laki-laki dan perempuan, sedangkan pekerjaannya sama atau boleh dibilang lebih berat kaum perempuan.

Versi lain mengatakan bahwa Penetapan Hari Perempuan Internasional pada  tanggal 08 Maret ini, sebuah permulaan pada gugatan kaum perempuan Rusia dalam hal pemilu, bagaimana pada tahun 1905 seorang perempuan tidak punya hak suara dan selalu di intimidasi sehingga pada tanggal 08, tahun 1917 merupakan tonggak sejarah bagi perempuan Rusia, sebab pada tahun tersebut perempuan pertama kali mendapatkan hak pemilu.

Hari Perempuan Internaional merupakan tayangan sejarah mengenai keberhasilan seorang perempuan yang menjadi tonggak sejarah permata yang harus selalu kita kenang khususnya kaum perempuan, spirit gerakan mereka selayaknya menjadi tauladan bagi perempuan dunia khususnya Indonesia dalam meperjuangkan keadilan dan kesetaraan dan melawan kekerasan (intimidasi).

Dimasa Yunani Kuno dulu, ada seorang perempuan yang bernama Lyistrata, seorang perempuan yang mengalang gerakan perempuan mogok berhubungan seksual dengan pasangannya untuk menuntut diperhentikannya kekerasan pada kaum perempuan, sedangkan kalau dalam revolusi Prancis, perempuan dipari berunjuk rasa menuju versaili sambil menyerukan kemerdekaan, kesetaraan dan menuntut kebersamaan untuk ikut dalam pemilu. (dikutip inilah.com).

Chut Nyat Dien seorang wanita asal kota Aceh yang sangat gigih dalam melawan penjajah Belanda semboyan yang kita kenal dari sosok perempuan ini adalah; “Lebih baik mati berkalang tanah, daripada hidup menjadi tawanan kaphe Belanda”.

Dari beberapa sosok diatas maka kita bisa mengambil poin penting dari peringgatan Hari Perempuan Internasional hari ini, bahwa betapa besarnya kontribusi seorang perempuan dalam peradapan dunia, tapi sayang seorang perempuan selalu dianggap remeh dan cemen oleh seorang laki-laki, semoga kita (kaum laki-laki) selalu menghormati dan mengenang Para pejuang-pejuang perempuan yang sudah menentukan perubahan yang lebih baik dan progresif.

Penulis : Kholili
Editor : Faisol

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment