Ponpes Al-Mujtamak Gelar Giat Penajaman Wawasan Kebangsaan Bagi Santri, Demi Menangkal Radikalisme


JATIMAKTUAL, PAMEKASAN,- Pondok Pesantren (ponpes) Al-Mujtamak, yang di asuh oleh K.H. Abd. Ghafur Syafiuddin LC laksanakan giat penajaman wawasan kebangsaan yang bertema "Penajaman Wawasan Kebangsaan Bagi Santri Untuk Menangkal Radikalisme", Rabu (01/03/2017) pukul 08.00 WIB.

Acara penajaman wawasan kebangsaan ini dilaksanakan di ponpes Al-Mujtamak tepatnya di dusun Tengracak desa Plakpak kecamatan Pegantenan kabupaten Pamekasan. Dalam pelaksanaan acara tersebut dihadiri oleh Dandim 0826 Pamekasan Letnan Kolonel Inf Nuryanto, Kapolres Pamekasan AKBP Nowo Hadi Nugroho S.H., S.I.K, Kepala Bakesbangpol Bapak Al-Walid S.H, Dr. Lapas Narkotika kabupaten Pamekasan Dr. Kristanto, dan Pengasuh ponpes Al-Mujtamak sendiri yaitu K.H. Abd. Ghafur Syaifuddin LC, serta Para Santri ponpes Al-Mujtamak tingkat SMK, SMA dan SMP sebanyak 200 orang.

Dalam acara penajaman wawasan kebangsaan bagi santri ini sebagai bekal dan menangkal radikalisme di mulai pukul 08.22 WIB dengan sususan acara yakni Pembukaan, Menyanyikan lagu Indonesia Raya, Sambutan yang di isi oleh Kepala Bakesbangpol Bapak Al-Walid S.H, yangmana ia menjelaskan "bahwa acara ini sangat perlu dilaksanakan untuk mempertahankan keutuhan NKRI, karena baru-baru ini kita sudah dengan adanya gambar-gambar paham komunis yaitu Palu Arit, sehingga adik-adik sekalian harus tahu memilah dan memilih mana yang baik dan mana yang buruk. Jadi jangan sampai ponpes ini dimasuki oleh orang-orang yang tujuannya ingin merusak idiologi ketuhanan NKRI". Serta untuk Penutup do'a dipimpin langsung oleh pengasuh ponpes Al-Mujtamak K.H. Abd. Ghafur Syaifuddin LC pada pukul 08.40 WIB.

Sedangkan pada pukul 08.45 di isi oleh Kapolres Pamekasan AKBP Nowo Hadi Nugroho S.H., S.I.K., untuk mengisi materi tentang penajaman wawasan kebangsaan ini, Kapolres Pamekasan menjelaskan "bahwa di Era Globalisasi ini cenderung pada Era Keterbukaan semua tidak ada batasan-batasan, jika hari ini ada sebuah kejadian, maka hari ini juga berita sudah tersebar. Munculnya modua kejahatan baru, sebagai contoh; penyelundupan manusia dan penyelundupan narkoba yang saat ini lagi marak-maraknya. Separatisme diwilayah Negara Indonesia ini masih ada, contohnya; Organisasi Papua Merdeka. Sikap pesimis sebagai kelompok yang berpandangan sempit serta ancaman terorisme dan radikalisme perlu kita waspadai". Ungkap Kapolres Pamekasan

Penyampaian mareri dari Lapas Pamekasan sendiri di laksanakan pada pukul 10.15 WIB, yangmana Dr. Kristanto menjelaskan "bahwa kita wajib tahu apa itu narkoba, namun bukan berarti kalau sudah tau adik-adik harus mencobanya, itu tidak boleh. Pecandu narkoba tidak kurang dari 41 orang perhari yang meninggal dunia, makanya jangan coba-coba dengan yang namanya narkoba. Tingkatan pemakaian narkoba itu timbul karena rasa ingin tahu, coba-coba dan untuk senang-senang. Yang pasti pengarus pada penyalahgunaan narkoba akan merusak otak". Pungkas Dr. Kristanto

Pemateri terakhi dalam giat penajaman wawasan kebangsaan di isi oleh Dandim 0826 Pamekasan pada pukul 11.00 WIB, Letnan Kolonel Inf Nuryanto menjelaskan "bahwa untuk menangkal faham komunis dan radikalisme kita harus menghayati, melaksanakan dan mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila. Karena kebangkita faham komunisme perlu diwaspadai bersama dan jangan sampai terpengaruh. Ideologi kita adalah Pancasila, jadi senantiasa harus kita pegang teguh, salah satunya yaitu kita harus saling menghormati antar ummat beragama agar tidak terpecah belah, karena Negara Indonesia adalah Negara bermacam-macam suku, ras, agama dan bahasa. Adapun karakter yang harus kita tanam dalam setiap individu yaitu beriman dan bertaqwa, toleransi, cerdas, kuat, berpengetahuan, dan berani berkompetisi. Ujar Dandim 0826 Pamekasan

Dalam acara penajaman wawasan kebangsaan berakhir pada pukul 11.50 WIB, seluruh kegiatan yang sudah disampaikan pemateri kepada para santri sebagai bekal dan menangkal radikalisme di ponpes Al-Mujtamak. Dan acara ini selesai dalam keadaan tertib, aman dan lancar.

Pewarta. Faisol

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment