Pengangguran, Masalah Terbesar Bagi Indonesia

JATIMAKTUAL, KRITIS PENGANGGURAN,- Indonesia merupakan salah satu negara dengan penduduk terbanyak di dunia. Dari 10 negara padat penduduk di dunia. Indonesia menempati urutan ke empat. Hal ini tentu menjadi ketercapaian besar diraih oleh negara Indonesia mengingat SDA yang dimiliki negara Indonesia sangat kaya. Tentu hal ini akan berdampak positif dalam pengeleloaan SDA yang dimiliki ketika benyaknya sumber daya manusia. Namun kenyataannya, hal ini berbanding dengan fakta yang ada, banyak masalah yang ditimbulkan akibat banyaknya penduduk di Indonesia.

Masalah yang tidak pernah ada selesainya yaitu pengangguran.  Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah pengangguran di Indonesia pada Agustus 2015 sebanyak 7,56 juta orang, bertambah 320 ribu orang jika dibandingkan dengan tahun lalu. Namun pada februari 2016 tingkat pengangguran terbuka turun hingga mencapai angkat 7,02 juta orang atau 5,5 persen. Hal ini tentu mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun lalu.  Upaya penurunan angka pengangguran ini terus dilakukan oleh pemerintah dan menjadi tantangan besar bagi Indonesia.

Ada beberapa faktor utama yang menyebabkan terjadinya pengangguran di Indonesia, antara lain: ketimpangan antara penawaran tenaga kerja dengan kebutuhan, kebijakan pemerintah yang tidak berpihak kepada rakyat, sektor perekonomian yang masih lemah. Disamping beberapa faktor tersebut, ada beberapa hal yang menyebabkan pengangguran diantaranya; penduduk yang setiap tahun semakin meningkat, adanya lapangan kerja yang dipengaruhi musiman,  kurangnya kreatifitas dan pelatihan dalam diri seseorang,  angkatan kerja yang diminta tidak dapat memenuhi persyaratan yang diminta dunia kerja.

Dengan kondisi yang demikian, dapat kita simpulkan bahwa Indonesia merupakan negara dengan angka pengangguran yang tinggi. Namun, ada beberapa  upaya yang dapat dilakukan untuk meminimalisir angka pengangguran di Indonesia antara lain: tiap- tiap desa  mengadakan pelatihan dan keterampilan dalam upaya menggali potensi-potensi yang harus dikembangkan dalam diri seseorang guna mempersiapkan dan memenuhi persyaratan yang diminta dunia kerja, pemerintah berupaya menyediakan lapangan pekerjaan yang lebih banyak sehingga dapat mengurangi tingkat pengangguran, tak hanya pemerintah, masyarakat pun harus berupaya untuk dapat menciptakan lapangan pekerjaan bagi orang lain. Mendirikan tempat-tempat pelatihan keterampilan, misalkan kursus penjahit, pelatihan membuat kerajinan tangan, atau BLK (Balai Latihan Kerja) yang didirikan di banyak daerah.

Hal ini juga termasuk mengatasi pengangguran, sehingga orang yang tidak berpendidikan tinggi pun bisa bekerja dengan modal keterampilan yang sudah mereka milik, sebagai bekal untuk terjun langsung ke masyarakat, pelajar maupun mahasiswa perlu diberi pendidikan non-formal dalam upaya mengembangkan potensi tiap-tiap pelajar/mahasiswa bisa berupa keterampilan khusus, kemampuan berkomuniukasi serta diarahkan untuk menjadi lulusan yang mampu mencetak dan membuka lapangan pekerjaan, artinya lulusan yang tidak hanya memiliki tingkat intelektual yang tinggi namun senantiasa memberikan kontribusi positif bagi lingkungan disekitarnya utamanya untuk memajukan negara Indonesia.

Penulis : Muallifah 

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment