Pendamping Desa Bondowoso Diminta Fokus dan Terus Membangun Desa Secara Profesional

JATIMAKTUAL, BONDOWOSO,- Tenaga Pendamping Profesional pada Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Kabupaten Bondowoso diminta fokus dan terus membangun kepercayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa. Permintaan itu terungkap dalam rapat koordinasi yang dilaksanakan di Aula Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Rabu (08/03/2017) tadi pagi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun jatimaktual.com pada acara rakor tersebut, para Pendamping Desa mendapatkan pengarahan dan motivasi dari Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Abd. Rahman, Kasi Kelembagaan dan Pemerintahan Desa Dinas PMD Bondowoso Lukman Ari Zafata, dan Koordinator Pendamping P3MD Bondowoso Andiono Putra.

“Saya senang melihat wajah-wajah pendamping hari ini sedikit lebih cerah. Apa karena sudah terima SPT (Surat Perintah Tugas, red.)?”. Ucap Abd. Rahman selaku Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, sembari bercanda di hadapan puluhan Pendamping Desa.

“Hanya yang patut disayangkan, SPT-nya turun per-tanggal 1 Maret. Tapi husnudhon saja. Jangan su’udhon. Biar tidak jadi beban". Ungkapnya sembari memotivasi para Pendamping Desa.

Abd. Rahman juga mengatakan, agar pendamping tidak hanya fokus dengan data-data Dana Desa, melainkan juga memantau potensi di desa masing-masing. “Prioritas dari Menteri Desa, salah satunya, adalah pada Bumdesa. Para pendamping harus memantau perkembangan Bumdesa. Lembaga ekonomi di desa ini, nanti akan menjadi sentral. Tentu bukan hanya berbentuk, ada struktur seperti direktur, sekretaris, dan bendahara. Tapi juga harus dikembangkan unit usahany". Terangnya

Sementara itu, Lukman Ari Zafata selaku Kasi Kelembagaan dan Pemerintahan Desa Dinas PMD Bondowoso meminta kepada pendamping desa untuk terus membangun kepercayaan masyarakat dan pemerintah desa. “Jangan sampai  kita merusak kepercayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa kepada kita". Pesannya kepada para Pendamping Desa

Lukman juga menyampaikan pengarahan pada pendamping terkait strategi mensinkronkan regulasi dan sistem dengan kondisi proses pembangunan di Kabupaten dan Desa di Bondowoso.

Dalam kesempatan itu, Andiono Putra selaku Koordinator Pendamping Desa Kabupaten Bondowoso juga memaparkan pemanfaatan Dana Desa tahun 2016 dengan rinci. “Dana Desa di Kabupaten Bondowoso tidak sedikit yang digunakan untuk pemberdayaan". Ujarnya.

Lebih lanjut Andiono, menjelaksan untuk Pengembangan Potensi Ekonomi Lokal sebesar Rp 1.355.124.259, Pemenuhan Kebutuhan Dasar sebanyak Rp 12.842.794.151, dan Pemanfaatan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Berkelanjutan sebesar Rp 4.271.890.312.

Selain itu Andiono melanjutkan tentang pemberdayaan Dana Desa di Kabupaten Bondowoso juga digunakan untuk Infrastruktur, seperti membangun Jalan Poros Dusun sepanjang 3.423 meter, Jalan Poros Desa sepanjang 4.466 meter, Jalan Lingkungan sepanjang 160.041 meter, Jalan Setapak sepanjang 7.729 meter, Jembatan Roda 4 sepanjang 35 meter, Jembatan Roda 2 sepanjang 275 meter. Saluran Irigasi sepanjang 1.745 meter, Drainase/Saluran Pembuangan sepanjang 6.683 meter, Gorong-gorong sepanjang 558 meter, Tembok Penahan Tanah sepanjang 26.829 meter serta Parit Tepi Jalan sepanjang 430 meter.

“Pada anggaran tahun 2017 ini, pemanfaatan Dana Desa harus lebih tepat sasaran sesuai prioritas dengan perencanaan, pelaksanaan, dan pertanggungjawaban yang sesuai dengan peraturan yang berlak". Harapnya

Pewarta : Afifi
Editor : Faisol

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment