Pelaku Penikaman Siswa MTS Nurul Wafa, Menjadi Buronan Polres Situbondo

JATIMAKTUAL, SITUBONDO,- Nasib naas menimpa Abdul Rahim Al Ayubi (14) siswa MTS yang tewas berlumuran darah kerena ditikam dengan senjata tajam ketika hendak pulang sekolah oleh seorang siswa yang kini masih buron, kejadian tersebut dilapangan Bola Desa Demeng Kecamatan Besuki Kabupaten Situbondo, Rabu (8/3/2017).

Pantauan jatimaktual.com, Korba diketahui berasal dari wakga Dusun Pagar Carang, Desa Buduwan, Kecamatan Suboh, setelah kejadian tersebut korban dievakuasi warga dan sejumlah temanya ke kamar jenazah RSU Besuki.

Menurut Kasatreskrim Polres Situbondo AKP I Gede Lila Buana, "Korban meninggal akibat luka tusuk senjata tajam di pangkal lehernya, Motifnya masih kami selidiki. Karena pelaku sendiri masih dalam pengejaran, kami sudah mengamankan barang bukti berupa pakaian korban yang masih berlumuran darah". Ujarnya saat di konfirmasin jatimaktual.com di RSU Besuki.

Lebih lanjut I Gede Lila mengatakan, sekitaran pukul 14.30 WIB siang, saat pulang sekolah korban dengan rekan-rekanya tiba-tiba dicegat sekelompok pelajar lain yang didalamnya termasuk juga ada pelaku dikawasan dekat lapangan bola Desa Demeng kecamatan Besuki, dengan pelaku korban sempat terjadi cek-cok dan berkelahi sebelum terjadi penikaman, yang pada waktu itu korban masih mengenakan seragam sekolah.

"Pelaku dan teman-temanya juga berstatus pelajar, namun masih belum diketahui apakah korban dan pelaku juga merupakan satu sekolah atau tidak, karen sampai saat ini pelaku masih buron polisi masih meminta keterangan saksi-saksi, termasuk teman korban". Terangnya I Gede Lila.

Sementara itu Derektur RSU Besuki Dr. Budiono mengatakan, dari hasil otopsi diketahui korban mengalami luka tusuk di bagian pangkal leher bawah. Luka korban mencapai 4 cm dengan kedalaman sekitar 20 cm. Ucapnya kepada jatimaktual.com

"Korban meninggal akibat kehabisan darah, karena pembulu darah dilehernyan putus. Tadi waktu dibawa ke sini korban memang sudah meninggal. Kemungkinan meninggal di TKP". Tandas Dr. Budiono, yang memimpin langsung jalannya otopsi korban

Pewarta : Arui
Editor : Faisol

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment