Mati Surinya Keadilan Hukum di Indonesia.

Mahasiswa STAIN Pamekasan
Keadilan.?
Keadilan dalam Al-Quran disebutkan ada beberapa pengertian yang berkaitan dengan Keadilan yang berasal dari kata ‘adl, yaitu sesuatu yang benar, sikap yang tidak memihak, penjagaan hak-hak seseorang dan cara yang tepat dalam mengambil keputusan. Kebanyakan orang percaya bahwa ketidakadilan harus dilawan dan dihukum. Pada intinya Keadilan adalah meletakkan segala sesuatunya pada tempatnya. Nah, apakah di indonesia sendiri sudah adil ? Saya katakan Tidak, sudah jelas di dalam al-quran keadilan sesuatu yang tidak memihak dan meletakkan sesuatu pada tempatnya, akan tetapi berbeda dengan realita yang ada di negara indonesia sendiri penuh dengan warna-warna keputusan hukum yang tidak tepat pada tempatnya, tercantum dalam sila ke-5 dalam Pancasila yang berbunyi “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”, perlu kita ketahui, nyatanya berbeda dengan fakta bahwa saat ini tidak mudah untuk mengoretkan kondisi hukum di Indonesia tanpa adanya keprihatinan yang mendalam mendengar ratapan masyarakat yang terluka oleh hukum, dan kemarahan masyarakat pada mereka yang memanfaatkan hukum untuk mencapai tujuan mereka tanpa menggunakan hati nurani. Dunia hukum di Indonesia tengah mendapat sorotan yang amat tajam dari seluruh lapisan masyarakat, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Seorang pemimpin yang dianggap kepala dari semua anggota, ternyata tidak luput juga dari cercaan masyarakat. Banyaknya keputusan dan tindakan yang dianggap tidak adil oleh masyarakat telah menyebabkan adanya berbagai aksi yang merujuk pada kekecewaan pada hukum apalagi semua itu bertajuk pada ranah politik seperti halnya :

  1. Kasus penistaan agama sebagaimana telah kita ketahui bersama, bahwasannya di Indonesia ini telah terjadi penistaan Al-Qur’an dan penghinaan terhadap Ulama’ yang dilakukan oleh gubernur non aktif DKI Jakarta Basuki Tjahya Purnama atau Ahok, yang mengundang kemarahan masyarakat banyak di indonesia terutama ormas Islam. 
  2. Korupsi yang merambat pada kalangan menengah keatas seperti contoh korupsi pengadaan E-KTP. Yangmana kasus ini berbau dari kalangan pejabat atau petinggi-petinggi eksekutif dan legislatif serta pejabat BUMN yang sangat merugikan negara mencapai 2.3 triliun. (Kompas, 12 Maret 2017).

Perlu digaris bawahi yang berkontribusi besar seharusnya pemimpin mempunyai tanggung jawab moral memberikan teladan dan berani menegakkan kebenaran. Dan juga moralitas itu sudah terpendam dalam dirinya, apalagi berbicara atas nama rakyat.

Kepada Siapa Lagi Kita Akan Meminta Keadilan di Negeri ini.?
Sulit rasanya untuk mengoretkan realita tentang keadilan hukum yang ada pada indonesia, Sedang orang orang yang kita percayai dikursi sana sudah kehilangan pikirannya untuk benar benar menegakkan keadilan, sebagai mahasiswa mungkin kita sudah bosan atau jenuh mendengar ketidak adilan hukum di indonesia.

Sebaiknya penegakkan hukum menegakkan hukum dengan tegas sesuai dengan kesalahan yang dilakukan tampa membedakan pihak satu dengan lainnya karena kedudukan kita dihadapan hukum sama. Serta Kedua belah pihak harus menaati hukum sebagaimana mestinya dan ini tidak hanya bagi penegak hukum saja tetapi seluruh warga negara indonesia, karena ini sebuah tuntutan perkembangan zaman dan tidak melupakan aspek kemanusiaan, ataupun dengan peningkatan keimanan para penegak hukum agar ia menjadi lebih sadar bahwa perbuatannya yang tidak menegakan keadilan secara adil akan menyebabkan dirinya berbuat dosa dan dilaknat oleh Tuhan. Indonesia kini sudah tidak adil lagi dalam aspek hukum. Hukum yang jelas-jelas sebagai peraduan masyrakat yang menderita kasus hukum, kini sudah tidak bisa dipertanggung jawabkan lagi. Dan hukum di Indonesia harus bisa dirombak sedemikian rupa agar para pihak yang berlaku tidak adil tidak dapat menjalankan aksinya lagi, sebuah pekerjaan yang besar bagi kita untuk membangun bersama apalagi mahasiswa merupakan hal yang wajib baginya.

Penulis : Achmad Ubaidillah
Publisher : Faisol

Respon Pembaca.

5 comments:

sholeh ibnuzhain said...

Mantaaaaaaap

achmad ubaidillah said...

terimakasih man

Subbanol Auton said...

Mantap vroh

Subbanol Auton said...

Mantap vroh

achmad ubaidillah said...

owalah makasih mas subban

Post a Comment