Kupas Tuntas Potensi Pendapatan Pemkab Pamekasan dari Stadion Gelora Ratu Pamelingan.


JATIMAKTUAL, PAMEKASAN,- Mengupas persoalan Pendapatan Stadion Gelora Ratu Pamelingan (SGRP) hingga saat ini terus menuai kontraversi, pasalnya dengan kondisi stadion yang masih amburadul dan terkesan tidak ada anggaran pemeliharaan itu, seakan-akan dari awal pertandingan tidak ada incom terhadap Pemkab. Padahal. Kalau setiap kali stadion ditempati mengikuti aturan sebagaimana yang sudah diatur dalam Perda, maka bisa dipastikan, Stadion akan Bagus dan bisa membenahi segala fasilitas yang dinilai kurang memadai.


Bayangkan. Dari hasil informasi yang dihimpun jatimaktual.com, terkait pendapatan Daerah dari Hasil pertandingan. Hitungan Kasarnya, pendapatan dari sewa Penggunaan Stadion Ratu Pamelingan sejak diresmikan secara rinci sebagai berikut.


1) 8 kali pertandingan Madura United, didalamnya termasuk rangkaian pertandingan Piala Presiden. Rp 200 juta.


2) 1 pertandingan Persepam Madura Utama. Rp 25 juta.


3) 2 kali latihan Semen Padang, 1 kali latihan PSCS, 1 kali syuting Kukubima Rp. 4 juta.


4) Latihan Persepam Madura Utama kurang lebih 8 kali. Berkisar Rp 8 juta.


Dimana dalam Perda sudah diatur bahwa setiap jam penggunaan stadion sewanya Rp 1 juta. Pendapatan tersebut menggambarkan potensi pendaatan SGRP yang seharusnya dikelola dengan benar agar memiliki dampak positif terhadap PAD Pamekasan.


Belum lagi Pendapatan dari pajak hiburan.

Pajak hiburan pertandingan sepak bola salah satunya berasal dari Korporasi tiket, sebesar 30 persen dari harga dasar tiket.

Jika pertandingan digratiskan, tentu tidak ada pemasukan ke PAD dan bagian dari upaya menghindari pajak.


Sementara Klub Profesional dan Semi Porfesional, diwajibkan dalam menggelar pertandingan terbuka, artinya, harus mendatangkan penonton dan harus ditiketkan untuk menghindari membludaknya jumlah penonton dan bagian dari taat pajak dalam menyelenggarakan pertandingan, kecuali dinyatakan pertandingan tertutup.


Disamping itu, Selama Pertandingan Piala Presiden terdapat banyak hotel yang dikontrak, tentunya Pajak dari sewa hotel tersebut juga lumayan besar sehingga sangat membntu terhadap PAD Pamekasan.

Kepala Dispora Kabupaten Pamekasan, Muhammad,  saat dikonfirmasi mengatakan bahwa semua club yang menfungsikan Stadion Gelora Ratu Pamelingan membayar uang sewa ke Dispora, namun untuk pajak Korporasi pihaknya menyarankan agar dikonfirmasi langsung ke BPKD, Bapak Taufik, karena penyetoran Pajak tersebut tidak melalui Dispora.

Pewarta. Muhri Andika.

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment