Karena Legislatif & Eksekutif "Kakak-Adik", Penegakan Perda Dan Perbub dituding Ada Kongkalikong.

JATIMAKTUAL, PAMEKASAN,- Menjelang Momentum Pemilihan Kepala Daerah. Kabupaten Pamekasan nampaknya mulai tidak kondusif, hampir setiap hari terdapat aksi Demonstrasi dari sejumlah kalangan dengan tuntutan yang bervariatif. 

Kali ini sejumlah massa yang mengatasnamakan PKL menilai bahwa Pemerintah Kabupaten Pamekasan, (Legislatif dan Eksekutif) menjadi sebuah Dinasti keluarga, Politik yang tidak sehat. Karena Pemerintahannya terdiri dari kakak beradik. Sehingga terkesan ada main (Kerja sama) terkait penegakan Perda dan Perbub yang kurang berpihak kepada rakyat.

Salah satu indikasinya adalah. Tidak adanya pengawasan yang maksimal dan terkesan "somajâ'ân". Misalnya, pengawasan DPRD Pamekasan terhadap pihak eksekutif dalam penegakan Perda No. 5 Th. 2008, tentang penataan dan pemberdayaan PKL, pihak DPRD cenderung abai terhadap fungsi pengawasannya.

Sehingga para PKL Pamekasan tersebut mendatangi kantor Bupati. Mereka ingin berdialog langsung dengan Bupati Pamekasan, menyampaikan tuntutan kesejahteraan dan meminta fungsi pemanfaatan kota Pamekasan sesuai Perbub No. 23 Th. 2012.

Aksi demonstrasi yang dikoordinatori oleh Zainal Abidin. Tak lain untuk meminta ketegasan pihak Pemkab, melihat fakta dilapangan terkait adanya PKL yang semakin menjamur setiap harinya, namun seolah dicuekin oleh Pemkab, terutama dalam penataan dan pemberdayaan.

Zainal meminta kepada Pemkab Pamekasan, bagaimana kesejahteraan PKL lebih diperhatikan.

Pewarta : Faisol

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment