FLP Cabang Surabaya Gelar Seminar Literasi yang Bertema "Menyikapi Era Digital dengan Literasi Cerdas dan Santun".

JATIMAKTUAL, SURABAYA,- Organisasi kepenulisan, Forum Lingkar Pena (FLP) Cabang Surabaya, menggelar Seminar Literasi di Gedung Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Rungkut Surabaya. Acara tersebut bertema “Menyikapi Era Digital dengan Literasi Cerdas dan Santun” yang telah dilaksanakan kemarin, Minggu (12/3/2017). 

Acara yang dihadiri 43 peserta tersebut berlangsung meriah. Mereka disuguhkan dengan tiga materi kepenulisan. Adapun digelarnya acara ini sebagai puncak penerimaan anggota baru (PAB) FLP Surabaya.

Sementara itu 3 orang pemateri didapuk sebagai pembicara, yakni Shinta Yudisia (Penulis Nasional sekaligus Ketua FLP Dunia), Mashdar Zaenal (Cerpenis Nasional) dan juga Rafif Amir (Penulis, Blogger dan Ketua FLP Jawa Timur).

Shinta, panggilan akrab Shinta Yudisia, mengungkapkan bahwa banyak manfaat yang bisa dipetik sejak dia masuk FLP, selain pengalaman juga bisa menambah teman. 

“Dulu nggak ada yang tahu siapa Shinta Yudisia. Tapi sekarang, karena bergabung Forum Lingkar Pena (FLP), banyak yang tahu bahwa Shinta bisa menulis dan tidak sekedar jadi ibu rumah tangga”. Tutur Bunda Shinta, panggilan akrab Shinta Yudisia.

Sementara itu Mashdar Zaenal, memaparkan tips agar bisa menjadi penulis, dan karyanya dimuat di media massa.

“Tips untuk menjadi penulis adalah menulislah". Paparnya disambut oleh tepuk tangan peserta.

Dalam sesi ke tiga, Rafif Amir menjelaskan soal menulis non fiksi, terutama menulis di blog. Ia memberikan tips bagi seseorang agar bisa menulis. 

Dalam sambutannya, Ratna W. Anggraeni selaku ketua panitia, mengatakan bahwa seminar ini diadakan sebagai upaya memberikan pemahaman dibidang literasi di lingkungan Masyarakat. 

“Harapannya (seminar ini) dapat memberikan pemahaman yang benar tentang literasi cerdas dan santun, serta dapat memberi manfaat bagi masyarakat luas”. Tegasnya.

Hal senada juga disampaikan Muzayyinul Chuluq, sebagai Ketua Umum FLP Cabang Surabaya, dia mengatakan bahwa literasi memiliki pengaruh yang besar bagi peradaban manusia.

“Saya mohon izin mengutip Napoleon Bonarparte, ‘Seribu moncong meriam tidak membuat takut dan gentar dalam medan peperangan, namun satu mata pena dapat membuat ribuan kepala berpikir ulang untuk melanjutkan perlawanan itu’ untuk itulah FLP hadir di tengah-tengah masyarakat untuk ikut mencerdaskan masyarakat”. Ungkap alumnus Universitas Pembangunan Veteran Surabaya tersebut.

Acara tersebut diakhiri dengan penyerahan hadiah untuk penanya terbaik dan pemberian jadwal kelas binaan bagi pramuda.

Dengan diselenggarakannya acara tersebut, panitia berharap materi yang disampaikan bisa diaplikasikan dengan baik.

Pewarta : AFF/FLPSBY
Editor : Faisol

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment