Fenomena Meluapnya Air Sumur di Desa Tlageh Pegantenan, Hingga Saat ini Semakin Menghawatirkan, "Kemana Pemerintah?"

JATIMAKTUAL, PAMEKASAN,- Sebuah Fenomena mengejutkan terjadi di Dusun Tlageh Desa Tlageh Kecamatan Pegantenan Pamekasan Madura Jawa Timur, beberapa waktu lalu, yakni melupanya Air dari Sumur-sumur milik Warga Setempat. Peristiwa ini rupanya menggegerkan Warga, pasalnya aktivitas warga hingga saat ini masih beku. 

Sebagaimana yang disampaikan oleh Sutrisno Kepala Desa Tlageh kepada salah satu wartawan bahwa luapan air dari sumur warga menyebabkan banyak lahan yang tergenang air hingga menyebabkan banjir.

Fathorrahman Selaku Pemuda Setempat berharap agar pemerintah terkait, segera Melakukan penanganan, tidak hanya menyurvei lokasi tetapi mencarikan alternatif bagaimana keresahan warga itu segera teratasi, 

"Fenomena air meluap yang di Desa kami ini seharusnya cepat ada penanganan dari pihak terkait, karena mulai tadi air sudah mulai naik ke akses jalan Desa, maka kalau dibiarkan sangat dikhawatirkan akan menyebabkan rusaknya jalan." Ujarnya, Rabu (1/3/17) malam.

"Sementara aliran air setiap harinya semakin meningkat, karena selain mata air terus membesar, curah hujan juga ikut menambah pasokan air. Belum lagi nasib tanaman padi milik warga, yang sudah mulai menguning dan siap panen, yang jelas akan rusak dan bahkan tidak bisa dipanen karena tergenang air. Dan kelihatannya sudah banyak yang rusak." Terang Fathorrahman.

Berbeda dengan penyampaian Faiqatur Rahmah Abbas, yang juga sempat melihat nasib malang bagi anak-anak lantaran luapan air, hingga membuat sejumlah pelajar harus absen dari sekolahnya. 

"Anak-anak SD. kesulitan masuk sekolah, sebagian dari tetangga saya, anak-anak gak mau sekolah,  jadi sebagian orang tua yang sangat peduli terhadap pendidikan anaknya terus berupaya bagaimana mengentas luapan air itu, sebagian menggendongnya dari lokasi kejadian." Tandas Faiq. 

Hingga berita ini diturunkan, Warga setempat hanya bisa berdoa agar peristiwa tersebut segera teratasi dan tidak menelan korban jiwa. 

Pewarta. MUHRI ANDIKA 

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment