Dituding Pungli Program Prona, LSM GEMPA Gelar Aksi ke Kantor Pertanahan Pamekasan

JATIMAKTUAL, PAMEKASAN,- Lembaga Swadayan Masyarakat (LSM) Gerakan Masyarakat Pamekasan (GEMPA) gelar aksi ke Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Pamekasan. Pasalnya ada Oknum yang Pungli dalam Program Prona, Senin (06/03/2017) sekitar jam 09.00 WIB.

Dalam aksi LSM GEMPA di mulai dari Monumen Arek Lancor sebelah barat, sebelum berangkat para orator aksi berorasi di Monumen Arek Lancor, kemudian sang orator mengomando pasukannya untuk menuju Kantor BPN Pamekasan yang di ikutin oleh puluhan anggotannya yang menggunakan motor yang dilengkapi dengan poster dan bendera yang bertuliskan "GEMPA".

Syaiful Bahri selaku orator aksi mengungkapkan terkait pungli yang dilakukan oknum dalam Program Prona yang seharusnya anggaran sudah disediakan pemerintah, namun dibawah pihak aparatur Desa tetap melakukan pungli kepada masyarakat yang sekitar Rp. 400 ribu – 1,4 juta.

“Program Prona yang sudah jelas dianggarkan oleh pemerintah, tapi kenapa masih ada pungutan dibawah, apakah ini yang namakan mensejahterakan rakyat, lantas kemana uang itu”. Ungkap Syaiful

Sukidi selaku Kasi Pengukuran dalam menanggapi petanyaan sang orator aksi LSM GEMPA mengatakan, jika Program Prona sudah berjalan sekitar 80an yang anggarannya dibiayai oleh APBN guna pembuatan sertifikat tanah yang di mulai dari penyuluhan, pengumpulan data, pengukuran, pemeriksaan tanah, pengesahan dan penertiban.

"Pihak BPN dilarang meminta, memungut dan menerima uang dari masyarakat. Namun, jika ada ini diluar tanggungjawab BPN". Ujarnya

Seiring berselangnya aksi, Ketua Umum LSM GEMPA Abdussalam mengatakan, bahwa dirinya merasa kurang puas atas jawaban dan tanggapan dari pihak BPN, serta ia akan membawa kasus Pungli dalam Program Prona ini akan dibawa kerana hukum.

"Kami punya bukti pernyataan bermatrai dari mereka-mereka bahwa itu yang menrima pihak Pertanahan, jadi akan kami laporkan ke Kejari dengan tembusan Kejati besok". Tegas Abdussalam

Pewarta : Faisol

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment