Bupati Pamekasan "Marah" Saat Diketahui Ada Pungutan Liar Terhadap Pengelola TPS 3R Bartim.


JATIMAKTUAL, PAMEKASAN,- Kondisi mengejutkan saat Rombongan Bupati Pamekasan melakukan Kegiatan BERSABDA (Bersih, Sehat, Bersepeda) keliling Kelurahan Kanginan dan Barurambat Timur Pamekasan Madura Jawa Timur, jumat (10/03/17) pagi.

Selain itu Bupati juga mengunjungi Lokasi Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPS 3R) di Kel. Bartim, dan sungguh mengejutkan saat melihat kondisi sampah yang seolah tak terurus, sehingga Bupati mengintruksikan agar sampah-sampah yang bertumpukan itu segera dipilah, antara sampah biasa dengan sampah Plastik.

Mantan Anggota DPR RI itu pun mulai curiga melihat Kondisi mesin pengolahan sampah yang sangat kotor, hingga bupati meminta Pihak Pengelola untuk menghidupi mesin tersebut, sekedar memastikan apakah mesin masih berfungsi atau tidak.

Namun pada saat mesin dinyalakan, pihak pengelola mulai curhat kepada Bupati terkait Kinerja Pasukan Kuning Armada Pengangkut sampah dibawah Naungan Dinas Lingkungan Hidup yang dinilai lalai, bahkan yang paling disesalkan oleh mereka, karena pihak Pengangkut sampah yang seharusnya maksimal 4 hari sekali mengangkut, ternyata seringkali lambat hingga satu minggu, itupun masih menunggu Masuknya Dana transport dari pengelola kepada pihak pengangkut Sampah.

" Kalau sudah bayar baru ke esokan harinya sampah ini di angkut, alasan meminta uang itu untuk bensin Armada, dan sekarang minta di naikkan lagi." Tutur Salah satu pengelola kepada Bupati yang disaksikan sejumalah rombongan di lokasi TPS 3R.

Bupati pun terlihat marah mendengar Pungutan Liar tersebut, sehingga beliau memanggil Bapak Muharram untuk memastikan kebenaran informasi pungli itu, namun Kepala Dinas Permukiman dan Perumahan melempar persoalan tersebut kepada pihak Dinas Lingkungan Hidup.

" ini wilayahnya DLH" kata Muharram saat ditanya Bupati.

Sehingga Bupati menegaskan kepada pihak pengelola terkait Pungutan liar itu agar tidak direspon lagi untuk berikutnya, dan Beliau yang bertanggung jawab untuk mengkroscek ke pihak DLH.

"Kalau Minta Uang lagi jangan dikasih." Tegas Ach Syafi'i selaku orang nomor satu dikabupaten Pamekasan.

Pewarta. Muhri Andika.




Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment