Akibat Ulahnya, Dua Warga Tragah Dibekuk Polisi, Satu Terkena Senjata Api

JATIMAKTUAL, PAMEKASAN,- Nasib sial yang menimpa dua warga Tragah atas nama Fathur Rosi (22) dan Imam Effendi (22) yang terpaksa harus berurusan dengan Polisi, karena mencoba mencuri sepeda motor milik Sumliha (46) warga dusun Mangkain desa Pesangrahan kecamatan Kwanyar kabupaten Bangkalan, Selasa (07/03/2017).

Karena ulahnya sendiri Fathur Rosi harus ditembus peluru di kaki kirinya, karena berusaha melarikan diri dari kejaran petugas Kepolisian.

Berdasarkan informasi yang dihimpun jatimaktual.com, mulanya, kedua pelaku ini datang dari arah barat dengan mengendarai sepeda motor Honda Beat warna putih. Niat jahat dua pemuda tersebut muncul setelah melihat sepada motor milik korban terparkir di depan sebuah warung dengan posisi kunci masih terpasang. Melihat itu, Fathur Rosi berperan sebagai ekskutor berusaha membawa motor tersebut kearah timur. Sementara Imam, mengikutinya dari belakang.

Namun, aksi pencurian mereka berujung naas. Pemilik motor, Sumliha mengetahui aksi mereka. Dia pun berteriak meminta tolong saat melihat sepedanya dibawa lari. Teriakan itu di dengar oleh warga sekitar yang sepontan keluar kepinggir jalan.  Sebagian warga lainnya membantu mengejar kawanan maling tersebut. Aksi dramatis pengejaran itu, terdengat Kepolisian setempat. Seketika polisi bergerak cepat untuk mengejar pelaku.

"Anggota kami langsung mengejarnya karena ada teriakan "Maling" dari warga". Kata Kapolsek Kwanyar,  AKP Iriyanto, Sabtu(4/3).

Pelaku yang melihat dirinya dikejar, terus memacu laju motor dengan begitu cepat. Namun pelarian mereka terhenti setelah timah panas menghadangnya. Fathur Rosi, pelaku yang membawa sepeda motor korban terpaksa di tembus peluru di kaki kirinya.

"Rosi ditembak kaki kirinya karena berusaha lari dari pengejaran petugas. Akhirnya dia bisa ditangkap di Pasar Sukolilo, Labang, Bangkalan". Ucap Kapolsek Kwanyar

Target Polisi saat ini tinggal satu orang yaitu rekan Fathur Rosi yakni Imam Effendi yang terus mengelak dari penyergapan. Namun, upayanya berakhir sia-sia. Imam berhasil ditangkap di Jalan Nyrondung, Tragah, Bangkalan. Selanjutnya, mereka dibawa ke Mapolres Bangkalan untuk menjalani pemeriksaan. Sementara Rosi, di bawa ke RSUD Syamrabu Bangkalan untuk menjalani perawatan.

Berdasarkan pengakuan sementara, keduanya nekat mengembat motor karena kebutuhan ekonomi.

"Niatnya, hasil dari pencurian motor itu di buat cicilan sepeda. Tapi mereka keburu di tangkap polisi". Pungkasnya.

Pewarta : Muhri Andika.
Editor : Faisol

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment