Seminar Nasional Meriahkan Pelantikan Pengurus Baru KMPY "Madura di Mata Indonesia"

JATIMAKTUAL- (23/2/17) Keluarga Mahasiswa Pamekasan Yogyakarta (KMPY) mengadakan Seminar Nasional sekaligus Pelantikan Pengurus KMPY periode 2017-2018, yang bertemakan "Madura di Mata Indonesia".

Acara ini dibuka langsung oleh Staff Ahli Bupati Pamekasan di Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Bapak. Drs. BUDI IRIANTO.MSi .

"Perlu kiranya ada semacam wadah bagi mahasiswa Pamekasan yang kuliah perantauan. Maka dari itu kami sangat antusias dan bersyukur atas adanya forum keluarga mahasiswa ini, karena forum ini ada bukti nyata bahwa generasi muda Pamekasan masih perduli terhadap tanah kelahirannya, meskipun sudah menginjakkan kakinya di tanah perantauan" ujar beliau.

Pasca sambutan Bpk. Budi, forum tersebut dilanjut dengan dialog kedaerahan yang dipantik oleh pemateri diantaranya, Bpk. Drs. Moh Tarsun.M.Si (Dinas Pendidikan Pamekasan), Bpk. Sony (Dinas Kebudayaan Pamekasan), Bpk. Moh.Affan Hasyim (Dosen Pasca Sarjana UIN Suka), Bpk. Faiz Aziz (Peneliti ISAIS), dan Dimoderatori oleh saudara Fathorrahman (Ketua HMJ Perbandingan Madzhab UIN Suka).

Para pemateri menyampaikan gagasannya tentang Madura dari berbagai aspek kehidupan, seperti Budaya, Pendidikan, Sosial, Politik, dan Ekonomi.

"Paradigma orang-orang non Madura cenderung beranggapan bahwa orang madura sesosok orang yang keras, tempramen dan semacamnya. Ini semua karena dilatarbelakangi oleh kondisi wilayah yang ada di pulau Madura; kondisi tanahnya gersang, berkapur dan tandus, sehingga inilah yang menjadi cikal-bakal kekerasan sifat orang madura" ujar Bpk Sony,

Selain memiliki watak yang keras dan tempramen, di sisi lain orang madura ada yang bisa kita ambil hikmahnya, diantaranya ketekunan, ketekatan, dan pekerja keras. Hal ini selaras dengan apa yang disampaikan oleh Bpk Affan, salah satu Dosen Pascasarjana UIN Suka.

"Selain wataknya yang keras, irang madura memiliki sifat pekerja keras dan hubungan emosional yang sangat tinggi. Di perantauan orang-orang madura khususnya, tidak memilah-milih pekerjaan, apa pun akan dilakukan asalkan halal" ujarnya dibarengi dengan tepuk tangan para audien.

Seluruh tingkah-laku yang dipraktekkan oleh orang madura tidak semata-mata tanpa alasan, semuanya mengandung makna yang sangat dalam yang tidak semua orang mengetahuinya.

"Lebih baik putih tulang, dari pada putih mata. Lebih baik mati dari pada hidup menanggung malu." begitulah prinsip hidup yang selalu diemban kemanapun kakinya berpijak.

Kontributor. Mashudi.

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment