Proyek Hotmik Ditengarai Bermasalah, HMPP Datangi Dinas PU Bina Marga & Tata Ruang.

JATIMAKTUAL, PAMEKASAN,- Himpunan Mahasiswa Peduli Pamekasan (HMPP) melakukan audiensi ke dinas PU Bina Marga dan Tata Ruang kabupaten Pamekasan. Pasalnya pekerjaan aspal hotmik dari jalan Beltok menuju jalan Pegantenan mengalami penyusutan, tak sesuai dengan pengaspalan yang awal, selasa (21/02/2017) sekitar pukul 13.00 WIB.

Berdasarkan informasi yang dihimpun jatimaktual.com awalnya pelaksanaan audiensi tersebut akan dilaksanakan pada hari jum'at (17/02), namun kepala dinas PU Bina Marga dan tata ruang, Totok Hartono tidak bisa menemuinya, sehingga harus ditunda pada hari selasa.

Dalam pelaksaan audiensi tersebut langsung di buka oleh Korlap HMPP, M. Rohim, pihaknya langsung menyampaikan beberapa penemuannya dilapangan.

"berbicara peningkatan jalan, tentu dari segi kualitas dan kuantitas itu pasti lebih baik, namun penemuan kami di lapangan sebagaimana  yang sudah kami dokumentasikan berupa foto pekerjaan tersebut, dalam gambar ini terlihat jelas indikasi ketidak sesuaian pekerjaan itu. Lantas apa tanggapan dari bapak selaku kepala dinas PU Bina Marga terkait hal tersebut?". Ungkap M. Rohim

Pentanyaan tersebut langsung saja ditanggapi oleh kepala dinas PU Bina Marga dan Tata Ruang, Totok Hartono "peningkatan itu ada dua makna yaitu kapasitas dan struktur, kapasitas itu kesamping sedangkan struktur itu keatas. Jadi jalan ini diperlebar dari 4.5 m menjadi 6 m otomatis diluar itu ada galian, kok ada aspal ini? Aspal yang mana ini?, tapi kami tidak akan menanyakan sekarang informasi ini dibuat input atau masukan bagi kita dan tentu nanti kita akan cek. Jadi gambar yang ada difoto ini belom bisa mewakili fusial, nanti akan kita cek kelapangan". Ujarnya.

Pertanyaan Selanjutnya yang dilontarkan didalam forum, yakni terkait keterbukaan informasi.

"Didalam temuan kami, setiap pekerjaan jalan hotmik tak pernah ada papan nama pekerjaan. Bagaimana kebijakan dan tanggung jawab bapak selaku kepala dinas?". Tanya HMPP.

"Untuk papan nama ini memang menjadi sebuah persoalan bagi kami yang tidak tuntas-tuntas, kenapa demikian, karena sejak papan nama ini tidak boleh dianggarkan, kami tidak bisa mengklaim kembali anggaran, namun hanya sifatnya himbauan. Papan nama sudah tidak di anggarkan, namu sudah masuk kewajiban yang merupakan kewajiban yang didalam RAB itu tidak di anggarkan". Jawabnya.

Sehingga Pihak HMPP akan terus mengkawal segala bentuk ketidak sesuaian pekerjaan hotmik tersebut, karena disadari atau tidak masyarakat banyak yang tidak tahu, proyek tersebut punya Daerah, Provinsi atau Pusat.

Pewarta.  Faisol

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment