KOPRI GRESIK MENYAYANGKAN KEPUTUSAN KETUA KOPRI PKC PMII JATIM

JATIMAKTUAL, JATIM,- Dalam momentum KONGRES PMII di Palu, seluruh Pengurus Cabang (PC) dan Pengurus Koordinator Cabang (PKC) se Indonesia berkompetisi mengajukan Kader terbaiknya dalam pertarungan politik tersebut. Dengan  harapan, KONGRES PMII akan melahirkan pemimpin visioner dan progresif. Termasuk juga pemimpin perempuan dalam KOPRI PB.

Selama proses penentuan calon yang dijalankan oleh Badan Pekerja Kongres (BPK), nama - nama bermunculan dari kader terbaik PMII seluruh Indonesia.  Khususnya dari PMII Jawa Timur. Tercatat ada 5 Bakal Calon Ketua Umum PB PMII dan 1 Bakal Calon Ketua KOPRI PB PMII. Dari KOPRI bernama Athik Hidayatul Ummah.

Kabar yang beredar, proses pencalonan Athik Hidayatul Ummah terhalang surat rekomendasi dari PC asal dan/PKC asal. Salah satu yang menghalangi adalah KOPRI PKC Jawa Timur. Kabar itu pun memicu perdebatan di KOPRI Cabang se-Jawa Timur.

Ketua KOPRI PC PMII Gresik Devi Laraswati menyayangkan kebijakan Ketua KOPRI PKC Jawa Timur Sahabati "Nafisatul Qudsiyah" yang tidak merekom Sahabati "Atik Hidayatul Umah" satu satunya kader KOPRI PC PMII Jatim.

“Kami sangat menyayangkan dari keputusan Ketua KOPRI PKC PMII Jawa Timur yang enggan menurunkan rekomendasi untuk Sahabati Atik. Padahal Sahabati Atik pernah menjabat sebagai Ketua KOPRI PKC PMII Jawa Timur periode 2011-2013. Selain itu juga, ia sangat progresif dan loyal kepada kader-kader KOPRI di Jawa Timur, ini sebenarnya peluang yang luar biasa untuk Kader Putri Jawa Timur bertarung dalam medan KONGRES karena sahabat Atik yang konsisten dalam proses Kaderisasi sejak dari Rayon sampai saat ini menjadi Pengurus Besar PMII dan satu-satunya kandidat dari Jawa Timur” tegas Devi Laraswati.

"Pendapat kami Ketua KOPRI PKC PMII Jatim terlalu politis dalam menyikapi persoalan rekomendasi ini, meski Kota Malang sebagai Cabang kelahiran sahabat Atik sudah ada keputusan lain untuk merekom bakal calon PB PMII tapi sahabat Atik ini adalah Kader KOPRI Jawa Timur yang secara hak harusnya seluruh kader mendapat kesempatan yang sama untuk diberikkan rekomendasi dan yang perlu kembali di tegaskan bahwa KOPRI adalah Badan semi otonon bukoan badon. Apalagi kabar yang kami dapatkan melalui via telpon kebeberapa anggota KOPRI PKC PMII Jawa Timur yang ada, keputusan ini sepenuhnya mutlak keputusan Ketua KOPRI PKC PMII Jawa Timur masukan yang diberikan oleh beberapa struktur BPH dan angota KOPRI Jawa Timur tidak menjadi pertimbangan serata tanpa ada rapat BPH KOPRI. Artinya Ketua Kopri PKC PMII Jawa Timur anti keritik, dan tidak demokratis dalam menjalankan roda organisasi” imbuhnya.

Dalam persoalan ini Devi Laraswati juga mengungkapkan bahwa kepemimpinan KOPRI PKC PMII Jawa Timur pada tahun 2016-2018 ini cukup eksklusif dan kurang mampu mengakomodir dari setiap gagasan-gagasan Cabang.

“persoalan koordinasi sahabat Atik dan sahabat Nafis dalam persoalan rekomendasi calon KOPRI PB pun belum pernah dibahas sama sekali entah dalam grup atau konsolidasi KOPRI se Jawa Timur, meski hanya sekedar meminta tangapan dari Cabang pun tidak pernah, dan kalau Pleno BPH KOPRI di angap sah di PO PMII itupun tidak ada.”

Devi Laraswati pun dengan tegas berencana secara kelembagaan KOPRI PC PMII Gresik akan mengirimkan surat MOSI tidak percaya kepada Ketua KOPRI PKC PMII Jawa Timur Nafisatul Qudsiyah.

Kontributor. Yudik.

Respon Pembaca.

0 comments:

Post a Comment